Kelompok Separatis Ancam Pemerintahan Bolivia
NU Online · Sabtu, 16 Desember 2006 | 02:30 WIB
La Paz, NU Online
Pemerintahan Bolivia kini menghadapi ancaman dari kelompok separatis terutama dari selumlah wilayah di kawasan itu. Setidaknya, empat pemimpin yang berasal dari Santa Cruz, Pando, Beni, Tarija sempat mengadakan pertemuan, Jumat (15/12). Dalam pertemuan itu mereka sepakat untuk tidak mengindahkan ajakan pemerintahan Evo Morales untuk berdialog.
Morales yang merupakan presiden pertama yang berasal dari suku asli Indian berencana mengubah konstitusi untuk mengubah suara yang lebih besar bagi populasi suku Indian.
Morales mengatakan, oposisi berhak untuk berunjuk rasa. Namun ia memperingatkan, dirinya tak akan ragu menggunakan kekuatan militer untuk mencegah negara-negara bagian di wilayah timur memisahkan diri dari wilayah pegunungan Andes yang miskin.
"Kita akan merebut kembali Bolivia," ungkap Morales. Kata-kata ini ditujukan bagi kelompok elite bisnis yang mendukung gerakan otonomi. "Kini mereka tidak bisa menjual Bolivia. Mereka ingin memecah belah Bolivia, itu persoalannya. Itu tak akan terjadi," terangnya.
Sementara Jurubicara Kepresidenan Alex Contreras mendesak pihak oposisi untuk mengumumkan dewan otonomi sebelum melakukan perundingan dengan pemerintah.
Pihaknya juga memperingatkan, pemerintahan Bolivia tidak akan menerima tindakan-tindakan yang melanggar hukum. (ap/pl/dar)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026
2
Ini Lafal Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
3
LF PBNU Instruksikan Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H Sore Ini
4
Lafal Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
5
Data Hilal Rukyatul Hilal Awal Muharram 1448 H
6
Refleksi Tahun Baru Hijriah, Saatnya Menagih Tanggung Jawab Pemerintah
Terkini
Lihat Semua