Kemenag Canangkan “Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji”
NU Online · Selasa, 4 Januari 2011 | 05:50 WIB
Jakarta, NU Online
Malam hari selepas shalat magrib hingga waktu shalat isya adalah saat saat istimewa bagi umat Islam karena umumnya sedang berkumpul bersama keluarga. Sayangnya waktu luang ini lebih sering hanya dimanfaatkan untuk menonton televisi.
Karena itu Kementerian Agama mengimbau keluarga muslim di Indonesia dapat memanfaatkan waktu ini untuk memperhatikan pendidikan anak, terutama di bidang pendalaman ilmu-ilmu agama Islam, melalui “Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji”.
Menteri Agama Suryadharma Ali pada malam Apresiasi Bidang Pendidikan Islam di Hotel Borobudur Jakarta, Ahad (2/1) malam mengimbau para guru madrasah berada di garda depan dalam mensosialisasikan “Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji” ini.
"Para guru hendaknya membuat mekanisme bahwa anak kita pada saat maghrib melakukan aktifitas maghrib mengaji, bukan hanya mengaji Al-Qur’an tapi bisa mengaji ilmu-ilmu yang lain," pesannya dalam rangkaian acara Hari Amal Bhakti ke 65 Kementerian Agama.
Kepada para guru agama, Menag juga mengimbau agar melakukan terobosan di sekolahnya masing-masing dengan menambah jam mata pelajaran agama secara ekstrakurikuler. Dengan demikian dapat menambah pendalaman pelajaran agama pada peserta didik. (nam)
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua