Jakarta, NU Online
Ketua Mahkamah Agung Prof Bagir Manan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (1/10), melantik sebanyak 546 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan 128 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004-2009.
Dalam acara yang dihadiri pula oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Hamzah Haz dan Ketua Komite Pemilihan Umum (KPU) Nazaruddin Sjamsuddin serta duta-duta besar sejumlah negara sahabat itu, Bagir Manan memandu anggota legislatif membacakan sumpah dan janji.
<>Sebelum dilakukan pembacaan sumpah anggota DPR, pimpinan sementara DPR HR Agung Laksono (dari fraksi terbesar di DPR/FPG) memberikan kesempatan kepada Sekretaris Jenderal DPR Faisal Djamal membacakan petikan keputusan presiden No. 137/n/2004 tentang pengangkatan anggota legislatif masa bakti 2004-2009.
Usai pembacaan sumpah anggota DPR, acara dilanjutkan dengan penandatanganan secara simbolis berita acara pembacaan sumpah oleh lima perwakilan agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hinda dan Budha.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan anggota DPD masa bakti 2004-2009. Acara tersebut dipimpin oleh pimpinan DPD sementara yang terdiri dari anggota tertua, yaitu BRAY Moeryati Soedibyo yang mewakili DKI Jakarta dan anggota DPD termuda, yaitu Muhammad Nasir dari Propinsi Jambi.
Selanjutnya Ketua MA Bagir Manan kembali memandu pembacaan sumpah dan janji 128 anggota DPD yang baru pertama kalinya ada dalam sistem legislatif Indonesia.
Sekadar diketahui anggota DPR RI yang dilantik sebanyak 546 dari 550 anggota DPR-RI, sementara anggota DPD RI yang dilantik seluruhnya 128. Empat orang anggota DPR terpilih yang ditunda pelantikannya, yakni KH Muhammad Anwar bin Marzuki dari PPP daerah pemilihan NTB, Herman Herry dari PDI-P daerah pemilihan NTT II, Fahmi Idris dari Partai Golkar daerah pemilihan DKI II, dan Marzuki Darusman dari Partai Golkar daerah pemilihan NTB. (atr/l6/cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua