Ketua Umumnya Jadi Menteri, Ansor Perlu Konsolidasi dan Kaderisasi
NU Online · Kamis, 21 Oktober 2004 | 08:23 WIB
Jakarta, NU Online
Plh GP Ansor Zuhdi Mudhor berpendapat bahwa saat ini GP Ansor perlu memikirkan kembali mekanisme pengambilan keputusannya karena saat ini ketua umumnya Saifullah Yusuf menduduki jabatan sebagai menteri menteri negara pembangunan daerah tertinggal dalam kabinet SBY. Ini penting untuk konsolidasi internal dan proses kaderisasi di tubuh Ansor
“Karena sudah ada job yang memerlukan konsentrasi penuh, bagaimana sebaiknya, semuanya harus dipastikan dan dipikirkan bersama, atau diberikan kepada teman-teman. Tentu kita harapkan lebih memudahkan konsolidasi,” ungkapnya ketika dihubungi NU Online per telepon.
<>Sebenarnya saat ini belum ada aturan tentang hal ini. persoalannya hanyalah fatsoen politik saja. Persoalan tentang kedudukan Saifullah Yusuf sebagai ketua umum Ansor yang juga rangkap dengan ketua PKB bagi sebagian orang masih menjadi persoalan.
Zuhdi mengungkapkan bahwa tinggal dari aspek mana persoalan tersebut dilihat. “Yang jelas, dari hasil konbes Ansor di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta 2003 lalu, kalau ketua umum berhalangan, ditunjuk pelaksana harian, itu secara internal dianggap selesai,” tandasnya.
Saat ini kedudukannya sebagai Plh juga mengurusi masalah-masalah yang bersifat teknis dan posisinya yang di Jogja juga kurang memungkinkan aktif secara maksimal. Karena itulah, sampai saat ini Gus Ipul tampak lebih aktif mengunjungi kantor GP Ansor di Jl Kramat Raya.
Mekanisme pergantian kepemimpinan di Ansor kalau ketua umum berhalangan tetap, maka ditunjuk Pjs melalui rapat pleno untuk melanjutkan periode kepemimpinan yang lalu. “Kalau penunjukan Plh melalui ketua umum. Jadi siapa orangnya yang mau dipilih, sampai kapan, tergantung ketua umum,” tandasnya.(mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua