Surabaya, NU Online
Salah seorang kiai sepuh NU (ulama senior) KH Mas Subadar yang selama ini dikenal dekat dengan Gus Dur (mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid) menyatakan dirinya tidak mendukung NU tandingan, baik dalam muktamar maupun forum lain.
"Saya kira, warga NU harus bersatu dan menjadi satu, karena muktamar (muktamar ke-31 NU di Solo pada 28 Nopember-2 Desember 2004) merupakan forum tertinggi," kata pengasuh Pesantren Roudlotul Ulum, Besuk, Pasuruan, Jatim itu di Surabaya, Senin.
<>Menurut kiai yang mendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pemilihan presiden (pilpres) yang lalu itu, dirinya mendukung atau tidak bukan didasarkan person (orang), melainkan didasarkan pada kebenaran prosedur.
"Muktamar di Solo itu merupakan lembaga/forum tertinggi yang harus diterima, asalkan berjalan secara sah dan tak ada yang menyimpang dari AD/ART (aturan organisasi). Jadi, bukan saya mendukung Gus Dur atau Hasyim, tapi saya mendukung prosesnya sudah benar atau tidak, apa sudah sesuai AD/ART atau tidak," katanya.
Ditanya tentang dukungan pada keputusan kiai sepuh NU yang mendukung NU tandingan di muktamar yang juga mencantumkan namanya, ia mengaku dirinya tak pernah ikut pertemuan dan tak pernah ikut tandatangan.
"Saat itu, saya di hotel, jadi saya tak pernah ikut tandatangan, saya punya keputusan yang asli. Kalau dikatakan, saya juga ikut pertemuan di Buntet untuk pembentukan NU tandingan pada 6 Desember juga tidak benar, karena saya tak mendapat undangan," katanya.(an/mkf)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua