Khittah NU Tak Perlu Diubah, Suara Warga Perlu Disatukan
NU Online Ā· Sabtu, 13 Desember 2008 | 21:58 WIB
Posisi Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini menjaga jarak politik praktis adalah bagian dari pelajaran Khittah NU. Hal ini merupakan kekuatan sekaligus kelemahan NU. Kekuatan karena warga NU bisa masuk ke semua kekuatan politik.
Merupakan kelemahan karena NU tidak dapat menyatukan suara warganya ketika, misalnya, menghadapi even-even politik. Akibatnya, NU sering kelabakan. Bahkan di tingkat basis, kerap terjadi pertikaian yang tak berkesudahan.<>
Pendapat tersebut dikemukakan Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin, saat berbicara dalam seminar āPendidikan Politik dalam Perspektif Aswajaā di aula Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, Sabtu (13/12) pagi.
Menurut Hasan, posisi NU kini sudah betul. Walaupun harus diakui, akibat penerapan Khittah itu, suara warga NU rentan bercerai-berai, dan cenderung merugikan, terutama dalam ajang perhelatan politik. Namun, ia mengaku tidak setuju Khittah direvisi.
āYang perlu diubah adalah kecenderungan politik warga NU. Yang tidak satu suara, mari satukan ketika menghadapi sebuah even politik,ā jelas aāwan Mustasyar Pengurus Wilayah NU Jatim itu.
Hasan juga menegaskan, āsyahwatā politik warga NU memang cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat, misal, dari keinginan pengurus NU yang ingin menjadi calon anggota legislatif. āKalau sudah jadi pengurus, langsung mau jadi caleg, minta nomor jadi lagi,ā tandasnya.
Di bagian lain, Hasan mengeritik politikus NU yang berdiri di dua kekuatan politik. Ia menyebutnya sebagai politikus munafik yang sangat berbahaya bagi masa depan partai. Sebab, ia hanya akan menjadi duri dalam daging.
āBagi saya, orang munafik itu musuh besar. Tapi, kalau musuh di luar partai, saya anggap hiburan karena manuvernya kelihatan, dan itu bisa merangsang kita untuk berbenah,ā ungkapnya. (ary)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua