Konferensi Wilayah XII Fatayat NU Jawa Tengah berakhir kemarin, Ahad (27/2) di Hotel Pandanaran Semarang. Khizanatur Rohmah (40) terpilih untuk memimpin Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Tengah periode 2011-2016, menggantikan Dra Hj Elfi Zuhroh Kasmawati.
Alumnus IAIN Walisongo itu didukung 19 suara dari total 36 suara dari ketua pimpinan cabang Fatayat. Dia yang pada kepengurusan lalu menjabat Ketua III, mengungguli kandidat lain, Ida Nur Sa'adah (Ketua II) yang meraih 17 suara.
/>
Shalawat Badar langsung berkumandang begitu Khizana terpilih. Para pendukungnya segera bertepuk tangan dan menghampirinya untuk memberi ucapan selamat. Proses pemilihan dihadiri pemilik Hotel Pandanaran H Imam Syafii dan anaknya yang anggota DPRD Jateng, Gatyt Sari Chotijah, beberapa pengurus PWNU Jateng, PW IPNU IPPNU Jateng, GP Ansor, dan Lakpesdam NU.
Kemenangan Khizana terbilang dramatis. Di tahap pencalonan, pengusaha batik yang aktif sebagai peneliti pesantren putri ini unggul 21 suara berbanding 15 dengan Ida NS. Namun di babak pemilihan, suara untuk Ida NS menguat menjadi 17 suara, tetapi belum cukup untuk mengalahkan Khizana dengan raihan 19 suara.
Ida NS yang anggota DPRD Demak, didukung penuh partainya, PKB. Beberapa pengurus PKB Jateng bahkan tampak hadir memberi sokongan moril di arena Konferwil. Sempat beredar isu adanya intervensi kepada pimpinan cabang Fatayat yang berasal dari PKB, baik yang menjadi anggota DPRD maupun tidak.
Namun, karena Khizana dikenal memiliki tim pendukung kaum muda yang militan, akhirnya berhasil mengonsolidasikan cabang-cabang menggunakan pendekatan jaringan sahabat alumnus pondok, sekolah, maupun kampus. Selain dengan pendekatan personal jauh hari sebelum Konferwil.
Ketua terpilih bersama mantan ketua dan enam orang formatur perwakilan eks-karesidenan di Jateng, diberi waktu 1 bulan untuk menyusun kepengurusan lengkap. Dalam sambutan setelah terpilih, Khizana mengatakan, akan membesarkan Fatayat bersama 37 PC di Jateng dan mempererat jaringan dalam menjalankan program kerja.
Prioritasnya ialah memberdayakan perempuan dan anak serta meningkatkan kemandirian perempuan untuk kemaslahatan keluarga. "Selain itu, mencegah pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) usia produktif dengan membuat program kemandirian ekonomi dan peningkatan skil bagi perempuan muda," tandasnya. (ful)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua