Khofifah Nyatakan Nonaktif sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU
NU Online · Rabu, 23 April 2008 | 00:04 WIB
Khofifah Indar Parawansa menyatakan nonaktif atau berhenti sementara sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Keputusan itu ia ambil terkait langkah politiknya yang menjadi Calon Gubernur Jawa Timur berpasangan dengan Brigjend (Purn) Mudjiono (mantan Kasdam V/Brawijaya).
"Mulai hari ini (kemarin), tanggal 22 April, saya saya nonaktif sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU sampai selesainya proses pemilihan gubernur," ucap Khofifah saat pendeklarasian dirinya menjadi Cagub Jatim di Gedung Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (22/4).<>
Ia juga mengatakan bahwa semua cagub dan cawagub berpeluang didukung seluruh kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Namun demikian, menurutnya, tak ada salah satu pasangan cagub dan cawagub pada Pemilihan Gubernur Jatim itu yang akan didukung sepenuhnya warga Nahdliyin.
"Saya tidak melihat yang lain kuat. Tapi, semuanya sama-sama kuatnya. Kita harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan dari warga NU," tandas mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.
Di depan para pendukungnya, Khofifah berjanji akan bekerja keras bersama 13 partai pengusungnya yang tergabung dalam Koalisi Jatim Bangkit untuk mewujudkan Jatim yang makmur, aman, tentram bersama.
Dalam deklarasi itu, pasangan “Kaji Mantep” (sebutan untuk pasangan Khofifah-Mudjiono) berjanji akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim lebih baik.
"Kemakmuran tidak hanya dirasakan pejabat, tapi kemakmuran juga harus dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, angka pengangguran akan diturunkan, begitu juga dengan angka kemiskinan," terang Khofifah.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua Umum PNBK Eros Djarot, Ketua Buruh Sosial Demokrat Mocktar Pakpahan, Ketua DPP Partai Bintang Reformasi Burzah Zarmudi, serta Ketua umum DPP PPP Suryadharma Ali.
Bahkan, deklarasi itu pun dihadiri tokoh ekonom nasional Rizal Ramli, artis-artis Ibukota Mariza Haque, Neno Warisman, Emelia Contessa dan Ebit G. Ade. (dtc/sbh/rif)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
Terkini
Lihat Semua