Kiai Hasyim Sesalkan Penyataan Ical “Kelud Pasti Meletus”
NU Online · Rabu, 31 Oktober 2007 | 09:22 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyesalkan penyataan Menkokesra Abu Rizal Bakrie atau biasa dipanggil “Ical” bahwa gunung Kelud pasti meletus.
“Tak ada yang bisa memastikan sebuah gunung akan meletus karena kemampuan manusia terbatas. Kalau gunung Kelud sudah menimbulkan bencana memang iya,” katanya dalam acara penutupan Workshop Pengarus-utamaan Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas di Gd. PBNU, Rabu.
Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang ini menuturkan bahwa ia memiliki santri yang kini menjadi doktor vulakonologi yang menjelaskan bahwa manusia hanya bisa meramalkan, tidak bisa memastikan.
Dikatakannya pengalaman di Gunung Merapi telah menunjukkan bahwa ramalan para ahli geologi tidak tepat. “Akhirnya malah kena gempa dan keraton termasuk yang kena, sementara Mbah Marijan selamat,” katanya.
Mengenai para pengungsi ancaman lentusan gunung Kelud, Kiai Hasyim kembali mengusulkan konsep Ansor-Muhajirin yang mana satu keluarga menampung satu KK pengungsi dengan biaya hidup dari pemerintah.
“Ini sangat besar hikmanya, selain memudahkan hidup, juga meningkatkan persaudaraan karena bisa bergotong royong dan tolong menolong. Bisa-bisa mereka besanan,” katanya.
Meskipun sejumlah warga NU sudah siap untuk menampung, sayangnya para pengungsi saat ini lebih memilih untuk tinggal di pengungsian. Antara pemda di kabupaten sekitar gunung Kelud sendiri juga belum ada kesepakatan, ada yang setuju dan tidak.
“Kalau memang istilah Ansor-Muhajirin tidak disetujui, ya diganti saja dengan istilah lain karena saya mendapat inspirasi ini dari kerjasama antara sahabat Ansor dan Muhajirin yang juga pengungsi di Madinah,” tandasnya. (mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua