Jakarta, NU Online
Dengan diiringi suasana yang penuh keceriaan dan kegembiraan, Lembaga Sosial Mabarrot hari ini (29/09) meresmikan klinik kesehatan “Avicenna” yang terletak di Gedung PBNU Lt 7.
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menandatangani prasasti peresmian klinik tersebut sedangkan Wakil Rais Aam PBNU KH Endin Fachruddin Masturo menggunting bunga melati sekaligus berdoa agar klinik tersebut membawa kemaslahatan bagi ummat.
<>Acara tersebut juga diisi dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh anggota dewan Syuriah PBNU KH Muchit Muzadi. Hadir dalam acara tersebut sebagian besar pengurus PBNU baik dari jajaran syuriah maupun tanfidziyah.
Dari tanfidziyah, tampak H. Ahmad Bagdja, Rozy Munir, Mustofa Zuhad Mughni sedangkan dari jajaran syuriah, tampak KH Said Aqil Siradj, KH Endin Fachruddin Masturo, KH Mustofa Bisri, KH Muchit Muzadi, Masdar F. Mas’udi, Fachri Thaha Ma’ruf. Tampak juga beberapa pengurus badan otonom dan lembaga NU seperti Indra Sahnun Lubis dari LBHNU, Maria Ulfa Ansori dari Fatayat, Nadjid Muhtar dari LP Maarif.
Para pengurus NU tersebut sekaligus melakukan general check up sebagai database terhadap status kesehatan yang mereka miliki bagi NU. Status tersebut sangat berguna untuk penanganan kesehatan bagi mereka. Pemeriksaan tersebut meliputi kesehatan jantung, kadar gula, asam urat, kolesterol, tekanan darah, dan sekaligus konsultasi dokter.
Ketua Mabarrot Dr Syahrizal Syarif dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang ada hari ini jangan hanya dilihat dari fasilitas kesehatannya, tetapi apa yang berwujud pada hari ini merupakan perhatian dan kerja keras Mabarrot untuk mewujudkan kemaslahatan di kalangan ummat.
Berkaitan dengan nama Avicenna, ini merupakan nama ilmuwan Islam yang meletakkan dasar-dasar kedokteran modern sehingga diharapkan semangat keilmuannya dapat diserap. Syahrizal juga berharap ditahun-tahun mendatang klinik tersebut dapat berkembang menjadi rumah sakit NU Jakarta.(mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua