Konferensi Kajian Islam Dibuka Malam ini
NU Online Ā· Senin, 1 November 2010 | 10:33 WIB
Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-10 atau konferensi kajian Islam akan dibukan pukul tujuh malam waktu Indonesia tengah (1/11). Acara pembukaan akan berlangsung di gedung Sultan Suriansyah, jalan Hasan Basri, Banjarmasin. Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial, Agung Laksono, direncakan akan membuka acara tersebut.
ACIS yang diselenggarakan tiap tahun ini difalisitasi Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama RI. ACIS yang mengetengahkan tema Menemukan Kembali Jati Diri Islam Nusantara akan berlangsung di hotel Arum dan Grand Mentari, Banjarmasin, dari tanggal 1-4 Nopember.<>
āACIS diharapkan menjadi forum dan platform kajian Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. Forum ini dihadiri oleh pakar keislaman dari dalam dan luar negeri, peneliti dan pengkaji ilmu-ilmu keislaman dari perguruan tinggi Islam se-Indonesia,ā ujar Ketua Panitia, Mastuki HS.
āTujuan jangka pendek forum ini adalah membentuk masyarakat kajian Islam yang akan menjadi wadah bagi para pengkaji ilmu keislaman dari pelbagai madzhab pemikirian,ā sambung Mastuki yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Akademik dan Mahasiswa Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, Kementerian Agama RI.
Berkaitan dengan tema, Mastuki yang ahli di bidang pendidikan Islam, mengatakan ACIS kali ini bermaksud mengelaborasi, mendalami dan menemukan kembali Islam Indonesia atau Islam Nusantara.
Ā
āDalam konteks ekspansi Islam transnasional yang monolitik dan tidak ramah tradisi, kajian Islam Nusantara menemukan relevansi dan signifikansinya,ā pungkasnya. (hmz)
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
3
Orang NU Gila Itu Dokter Fahmi D. Saifuddin
4
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme PolitikĀ
5
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
6
Kepala Intelijen Pasukan Garda Revolusi Iran Majid Khademi Gugur
Terkini
Lihat Semua