Kongres Ansor Akan Diramaikan Sejumlah Pimpinan Parpol
NU Online · Ahad, 9 Januari 2011 | 03:23 WIB
Sejumlah pimpinan partai politik (parpol) di Indonesia akan menghadiri pembukaan Kongres GP Ansor XIV di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, 13 Januari mendatang. Demikian disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor Saifullah Yusuf di Surabaya, Ahad (9/1).
Hingga saat ini, kata Saiful, pimpinan partai yang sudah menyatakan kesediannya untuk hadir di antaranya adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PKNU Choirul Anam.<>
“Ini menunjukkan kekuatan Ansor tidak bisa dianggap sebelah mata dalam dunia perpolitikan, apalagi menjelang Pemilu 2014,” katanya.
Ditambahkan, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Mallaranggeng juga bisa dipastikan hadir. Selain itu, Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Hubungan Antar-Lembaga, Puan Maharani juga diundang. “Khusus Mbak Puan, tinggal mencocokkan waktu saja. Tapi Insyaallah beliau oke juga," katanya.
Menurut Saiful, dengan hadirnya para pimpinan partai dan tokoh nasional itu diharapkan bisa memberikan masukan dan saran untuk pengembangan organisasi GP Ansor ke depan.
Sementara itu sebagian besar calon ketua umum GP Ansor juga berlatarbelakang parpol. Mereka adalah Chatibul Umam Wiranu (Partai Demokrat), Malik Haramain (PKB), Nusron Wahid (Partai Golkar), dan Saiful Tamlika (PPP).
Pelaksanaan Kongres GP Ansor dipastikan digelar di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 13-17 Januari 2011. Pembukaan akan dihelat di lapangan Makodam V/Brawijaya dan langsung dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kongres ini akan diikuti 6.000 orang. Yakni, terdiri dari 2.000 peserta kongres (pengurus cabang, wilayah dan pusat GP Ansor se-Indonesia), 1.000 undangan dan sisanya ribuan Banser.
Ada 3 hal yang menjadi agenda pokok kongres itu. Yakni, evaluasi peraturan dasar peraturan rumah tangga organisasi, di antaranya masa kepengurusan yang selama ini dua periode diubah satu periode. Kemudian, program kerja dan rekomendasi. Serta, laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya serta pemilihan ketua umum baru. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua