Jakarta, NU Online
Lembaga Wakaf yang dimiliki NU saat ini akan dikembangkan dengan lebih profesional dan diharapkan dapat menghasilkan dana untuk operasional NU. “Saya bersama Kyai Ma’ruf Amin akan membuat lembaga wakaf ini tidak sekedar wakaf tanah, tetapi juga wakaf uang sehingga bisa dijadikan usaha,” ungkap Ketua PBNU Mustofa Zuhad Mughni (17/6).
Usaha ini terinspirasi oleh kesuksesan dari lembaga wakaf Al Azhar Mesir yang mampu memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswanya. Lembaga ini bisa membuat berbagai usaha yang menghasilkan uang seperti membangun gedung kemudian menyewakan.
<>“Di Mesir itu, badan wakafnya al Azhar bisa membiayai ribuan mahasiswa. Mereka punya pertokoan, punya ini itu. Saya sudah dibilangin Kyai Tolhah Hasan. Tangani serius, cari orang yang ahli di bidang itu, kita tinggal mengelola saja,” imbuhnya.
Sebagai langkah awal, lembaga wakaf akan dibuat sebuah badan hukum tersendiri yang nantinya akan mengelola seluruh wakaf yang dimiliki PBNU. Pengurus lembaga ini nantinya tak akan mengikuti periodisasi hasil muktamar. “Pergantian kepengurusannya bisa dua tahun sekali atau lebih, yang jelas tak harus sama dengan PBNU,” tandasnya.
Tanah wakaf milik NU yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini banyak dikelola oleh PWNU dan PCNU di daerahnya masing-masing. Setelah badan hukumnya terbentuk, selanjutnya akan diatur lebih lanjut bagaimana pengelolaannya.
Banyak juga tanah NU yang dikarenakan masalah administratif, akhirnya menjadi sengketa dengan pihak lain. Kondisi ini memperberat kerja PBNU yang harus selalu berurusan dengan pengadilan untuk menyelesaikan sengketa tersebut.(mkf)
Terpopuler
1
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
2
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
3
Kemenhaj Buka Lowongan Maganghub bagi Lulusan S1, Pendaftaran hingga 4 November
4
Digugat ke MK, Pemohon Sebut Masyarakat Dipaksa Menyetujui Program KDKMP
5
Perjuangan dan Dedikasi Nyai Shinta Nuriyah: Dari Sahur Bersama hingga Kesetaraan Gender
6
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
Terkini
Lihat Semua