Jakarta, NU Online
LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama), akan mengadakan rakornas. Rakornas akan memusatkan kajian pada isu utama lembaga, yakni program kependudukan dan program KB.<>
Rakornas LKKNU agendanya diadakan Rabu 14-16 Maret di Hotel Puri Ardya Garini yang terletak di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Acara ini akan dihadiri 174 peserta dari LKKNU, Muslimat NU, dan BKKBN se-Indonesia.
“Kita akan melakukan konsolidasi internal dengan menghadirkan utusan daerah kita yang tersebar di 33 wilayah,” terang M. Yunus Razak, Direktur Pelaksana LKKNU kepada NU Online di Kantor PP LKKNU, Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Selasa (13/3).
LKKNU, Muslimat NU, dan BKKBN, akan merumuskan program kerja dalam mengatasi lonjakan penduduk dalam rakornas yang akan dibuka oleh Arief Mudatsir Mandan, Ketua LKKNU.
Program KB selama dasawarsa terakhir, dinilai berjalan di tempat. Pasalnya, program ini disinyalir sudah berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk, klaim pemerintah.
Namun, berangkat dari sensus penduduk 2010, jumlah penduduk yang menurut estimasi 223 juta, faktanya berjumlah 237 juta. Kini, jumlah penduduk di Indonesia mencapai 241 juta orang.
Menyikapi hasil sensus di atas, LKKNU, Muslimat NU, dan BKKBN perlu merevitalisasi program kependudukan dan program KB. Optimalisasi percepatan revitalisasi program kependudukan dan program KB nasional, perlu dilakukan segera untuk menggagalkan ledakan pertumbuhan penduduk 2012 dan seterusnya.
Rakornas agendanya akan ditutup oleh Hj. Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU.
Redaktur : Syaifullah Amin
Penulis : Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai Lokasi Pembukaan Munas-Konbes NU 2026
2
TNI-Polri Hadang Massa Aksi BEM UI yang Hendak Menuju Bundaran HI
3
Selain TNI-Polri, Komcad Juga Disiagakan saat Aksi Indonesia Bangkrut
4
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Pengerahan TNI dan Komcad dalam Aksi Indonesia Bangkrut
5
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Hari Ini, Berikut Tuntutannya
6
Peaceful Muharam 1448 H, Kemenag Gelar Standardisasi Kosakata Isyarat hingga Akurasi Titik Kiblat
Terkini
Lihat Semua