Ma'ruf Amin: Banyak Amal Duniawi Menjadi Amal Akhirat
NU Online · Sabtu, 8 Agustus 2009 | 04:42 WIB
Umat Islam diharapkan dapat menempatkan diri sebagai teladan dalam masyarakat. Bukan hanya dalam urusan keagamaan, melainkan juga dalam urusan-urusan keduniaan lainnya. hal terpenting yang yang harus diperhatikan oleh umat Islam dalam menempatkan diri sebagai teladan di masyarakat adalah dengan menata niat.
Banyak sekali kegiatan-kegiatan duniawi yang bernilai ibadan dan menjadi bagian dari pencapaian kebahagiaan ukhrowi jika didasari dengan niat yang benar. Karenanya umat Islam harus dapat menjaga niatnya sebelum bertindak sebagai teladan di masyarakatnya.<>
Demikian dinyatakan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Jum'at (7/8). Menurut Ma'ruf Amin, hal ini berlaku kebalikannya. Banyak sekali amalan-amalan yang tampaknya bernilai ibadah, namun ternyata amal tersebut malah menjadi sia-sia saja secara ukhrowi.
"Dari sini, kita harus menyadari arti pentingnya niat. Karena niat pribadi yang rusak, dapat menghancurkan keluarga. padahal kebobrokan keluarga adalah awal dari kehancuran masyarakat dan bangsa," terang Ma'ruf Amin.
Lebih lanjut, Kiai berputera tujuh ini berpesan, umat Islam, terutama warga NU harus mampu menjadi teladan yang baik dalam berbagai hal bagi masyarakat. Namun keteladanan ini harus bermanfaat dunia dan akhirat.
"Caranya tentu dengan menata niat yang baik sejak memulai suatu pekerjaan. Sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak menajdi sia-sia saja nantinya. Baik dari sisi duniawi maupun ukhrowi," tandas Ma'ruf Amin. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua