Jakarta, NU Online
Lembaga Sosial Mabarrot mengadakan donor darah rutin yang dilaksanakan di kantor Mabarrot Lt 7 Gedung PBNU, Senin (27/12). Donor darah ini dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Terakhir, sumbangan darah ini dilaksanakan tepat tiga bulan lalu, 27 September 2004.
Untuk kali ini, tampaknya kurang sukses mendapatkan banyak peserta. Tidak seperti sebelumnya yang mendapat 40-an peserta, hari ini hanya terdapat 21 orang yang menyumbangkan darahnya. Suasana gedung PBNU yang sepi menjelang tahun baru mungkin turut menyumbang sedikitnya pendonor.
<>Berbagai kalangan turut terlibat, terlihat satpam, petugas cleaning service, sampai ibu-ibu aktivis Fatayat mendaftarkan diri untuk diambil darahnya.
Pertama-tama, mereka diminta untuk mengisi kuisioner tentang status kesehatannya, apakah pernah sakit jantung, diabetes, sedang hamil, kapan donor terakhir, dan pertanyaan beberapa lainnya.
Selanjutnya ketika terbukti sehat, mereka diperiksa kondisi darahnya, termasuk tekanan darahnya oleh seorang dokter dibantu seorang perawat, baru kemudian diminta untuk tidur. Sebuah jarum ditusukkan di lengan kiri untuk mengambil darah.
Proses pengambilan darah sebanyak sekitar 350 cc berlangsung sekitar 15 menit. Ketika selesai, masing-masing pendonor diberi sepiring mie instant dengan telor rebus dengan segelas susu.
PMI Jakarta hari ini datang dengan 7 orang staff yang terdiri dari dokter, tenaga administrasi, perawat sampai dengan juru masak yang menyediakan menu. Menurut salah seorang perawat yang ditemui, biasanya sore harinya darah sumbangan tersebut langsung diambil oleh rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.(mkf)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Afifuddin Muhajir: Mekanisme Pemilihan Pemimpin, Apakah Harga Mati atau Beradaptasi?
Terkini
Lihat Semua