Mantan Dubes Lebanon: Permintaan Maaf Saja Tidak Cukup
NU Online · Jumat, 9 Oktober 2009 | 08:06 WIB
Mantan Duta Besar RI untuk Lebanon H Abdullah Syarwani meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tetap mengusahakan penyelesaian yang terbaik atas kasus pembajakan kitab Sirajut Thalibin, meskipun pihak penerbit Darul Kutub Ilmiyah Lebanon telah menyampaikan surat permohonan maaf resmi.
”Kita memahami kealpaan atas mencetak secara salah kitab Sirajut Thalibin karya ulama Indonesia, Syekh Ihsan bin Dahlan Kediri. Namun, rasanya maaf saja tidak cukup. PBNU perlu merespon lagi,” katanya kepada NU Online di Jakarta, Jum’at (9/10).<>
Menurut A. Syarwani, untuk memberikan manfaat yang lebih luas, PBNU perlu meminta cetak keliru tersebut ditarik kembali dan ditashih ulang dengan tetap mencantumkan pengantar dari Syekh Hasyim Asy’ari seperti produk cetak Kairo, 1950-an.
”PBNU atas nama keluarga juga bisa memberikan izin penerbitan resmi. Uluran untuk membantu pengajian kitab tersebut juga diharapkan, sehingga terkesan adanya kerjasama untuk pengembangan keilmuan Islam,” katanya.
Ditambahkan, berbagai perkembangan terkait kasus Sirajut Thalibin ini perlu dilaporkan dalam muktamar yang akan datang. (nam)
Terpopuler
1
Ngaji Al-Hikam, Kiai Miftach Ungkap Makna Keramat dalam Perjalanan Spiritual
2
Tanah Wakaf NU di Yogyakarta Dikembangkan Jadi Kampung Reforma Agraria Berbasis Wakaf Produktif
3
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Pelatihan Manajemen Bencana NU Care-LAZISNU Tidak Sekadar Mengejar Jumlah Relawan
6
Maulid Nabi di Masjid Istiqlal, Muslimat NU Tekankan Penguatan Perempuan
Terkini
Lihat Semua