Jakarta, NU Online
Ancaman Gus Dur untuk membuat NU tandingan jika KH Hasyim Muzadi terpilih lagi tampaknya mendapat tantangan banyak pihak, termasuk dikalangan NU sendiri yang berpendapat bahwa NU tandingan tersebut malah merugikan institusi NU dan cita-citanya yang telah dikembangkan selama ini.
Masdar F. Mas’udi, kandidat yang dijagokan Gus Dur dalam pemilihan ketua umum tanfidziyah melawan KH Hasyim Muzadi dalam muktamar NU di Asrama Haji Donohudan Solo juga mengemukakan ketidaksetujuannya terhadap NU tandingan tersebut.
<>“Saya masih tetap berharap bahwa opsi NU tandingan yang diusung Gus Dur itu tidak terjadi. Keutuhan NU bagi Saya mutlak. Segala cita-cita mulia yang diusung dalam konteks NU tidak akan ada artinya jika eksistensi jamiyah NU sendiri berantakan,” tandasnya.
NU adalah jangkar kehidupan demokrasi dan pluralisme bagi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Jika NU pecah, maka yang rugi bukan hanya warga NU, akan tetapi bangsa ini secara keseluruhan.
Direktur P3M ini menilai bahwa Gus Dur sendiri juga tidak menghendaki adanya perpecahan. Ini merupakan cara Gus Dur untuk menyelesaikan satu permasalahan.
“Saya percaya Gus Dur sendiri pun tidak menghendaki perpecahan itu. Opsi NU tandingan adalah cara khas Gus Dur untuk menciptakan momentum islah yang dapat menjamin keutuhan NU” tambahnya.
Rais aam PBNU KH Sahal Mahfudz dalam pidato penutupan muktamar juga mengemukakan bahwa program utamanya dalam jangka pendek ini adalah melakukan konsolidasi dan menghindari perpecahan yang terjadi.
“Saya percaya dengan kearifan dan kelugasan Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz bahwa islah yang diharapkan pihak Gus Dur dan semua pihak akan dapat diwujudkan dengan segera sebelum momentum hilang,” tandasnya.
Masdar juga mengusulkan adanya perubahan tata cara pemilihan ketua umum tanfidziyah melalui penunjukan oleh rais aam terpilih pada semua level dari PBNU sampai dengan ranting. Mekanisme seperti ini dinilainya dapat menghindarkan diri dari konflik politik.(mkf)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua