Masjid Bukan Sekedar Tempat Sujud
NU Online · Jumat, 12 November 2010 | 09:15 WIB
Masjid Indonesia bukan sekedar tempat sujud, tapi juga tempat orang berjama'ah dalam banyak lini kehidupan. Selain berjama'ah shalat, masjid juga tempat orang berjama'ah dalam bidang sosial ekonomi, kesehatan, informasi, mengungsi, bahkan tempat beberapa kesenian tradisional berkembang.
Demikian diungkapkan Ketua PBNU, KH Mochammad Maksum, dalam rapat Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahlatul Ulama (PP LTMNU) di kantor redaksi NU Online, Jumat 12 Nopember 2010.<>
"Masjid ini jadi benteng terakhir aktivitas warga dalam banyak hal. Dulu sebelum ada balai desa, orang datang ke masjid untuk rapat macam-macam, rumah kebanjiran orang ngungsi ke masjid, sumur rumah kering orang mandi dan nyuci ke masjid," jelasnya.
"Untuk NU, masjid adalah ujung tombak gerakan organisasi dalam mengembangkan tradisi Islam aswaja dan membela tanah air," tambanya.
Dalam kesempatan itu, Maksum yang juga guru besa di UGM, menjelaskan juga mengkerdilkan masjid itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengerti sejarah perkembangan Islam Indonesia.
"Kalau ada masjid kok tidak boleh ditiduri, itu berarti menghilangkan fungsi masjid. Kalau soal kotor dan macam-macam karena ditiduri, ya harus diatur saja bagaimana mengelolanya. Jangan sampai dilarang," pungkasnya. (hh)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua