Jakarta, NU Online
Jumat ketiga bulan Ramadhan kota suci Madinah juga menjadi tumpuan peziarah yang ingin memperbanyak ibadah, diperkirakan sekitar 500.000 jemaah akan memenuhi Masjid Nabawi.
Gubernur Madinah Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz, yang dikutip harian ukaz dan dikutip situs informasi haji, Jumat, mengharap warga Madinah agar menprioritaskan pendatang, terutama dari mancenegara, dalam melaksanakan ibadah.
<>Karena pada pertengahan Ramadhan dan kemudian diikuti sepuluh hari terakhir Ramadhan, Masjid Nabawi akan dipenuhi jemaah dari berbagai bangsa di dunia. Muqrin juga telah mengecek kesiapan kota suci Madinah dalam menyambut tamu-tamunya, terutama dalam kaitan kesediaan makanan, transportasi, perhotelan dan lain sebagainya.
Hotel, seperti dilaporkan, telah penuh hingga 100 persen, termasuk beberapa apartemen yang juga penuh disewa jemaah. Komandan Lalulintas kota Madinah, Kolonel Siraj Abdurrahman mengimbau kepada jemaah agar lebih dini menuju masjid untuk menghindari terjadinya desakan. Pengaturan lalu lintas mulai juga diberlakukan secara ketat terutama di sekitar Masjid Nabawi.
Sebelumnya awal Ramadhan di Masjidil Haram dilaporkan juga sangat ramai dipadati umat Islam yang akan melaksanakan shalat tarawih selain dipenuhi dua juta umat berkumpul untuk melakukan umroh. Shalat tarwih dari dua masjid suci itu juga sudah dilengkapi terjemahan ke bahasa asing, di Masjidil Haram pembacayaan ayat suci Al-Quran saat salat diterjemahkan langsung dalam bahasa Inggris, sementara dari Masjid Nabawi, Madinah, penerjemahan ayat suci Al-Quran diterjemahkan dalam Bahasa Prancis.
Siaran Langsung
Sementara itu, dari tanah air, umat Muslim masih bertanya-tanya mengapa siaran langsung Shalat Tarawih dari Masjidil Haram, Mekah di stasiun TV RCTI dan siaran langsung dari Masjid Nabawi, Madinah di TPI tidak ditayangkan lagi. "Kami ingin sekali menonton tayangan langsung dari tanah suci selama Ramadhan itu seperti tahun-tahun kemarin, tetapi anehnya mengapa tahun ini dihentikan," kata seorang karyawan swasta, Zuhairi. (atr/cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua