Mbah Muchith: Pengertian Khittah NU Tidak Hanya pada Politik Praktis
NU Online Ā· Jumat, 18 Juli 2008 | 12:18 WIB
Pengertian Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926 mencakup masalah hubungan NU dengan politik praktis. Tapi, tidak hanya itu. Konsep tersebut sesungguhnya memiliki pengertian yang sangat luas, yakni meliputi landasan berpikir, bersikap dan bertindak bagi NU, baik sebagai organisasi maupun para jamaahnya.
Hal tersebut diungkapkan Mustasyar (Penasihat) Pengurus Besar NU KH Muchith Muzadi kepada NU Online di Jember, Jawa Timur, Kamis (17/7) kemarin.<>
āFungsi Khittah adalah sebagai landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga NU yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perorangan maupun organisasi serta setiap proses pengambilan keputusan,ā jelas Mbah Muchithābegitu panggilan akrabnya.
Jadi, menurut murid Pendiri NU Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyāari itu, Khittah NU 1926 tidak hanya mengatur ājarakā NU dengan segala sesuatu yang politik praktis. Melainkan meliputi banyak hal.
Maka, pandangan yang selama ini berkembang bahwa konsep itu hanya meliputi politik praktis adalah salah besar. āPersoalan politik itu sebagian kecil, tapi kenapa ini yang selalu dibesar-besarkan,ā pungkasnya.
Ia menjelaskan, masih banyak kalangan yang salah menafsirkan konsep tersebut sebagai hubungan NU dengan partai politik. Bahkan, sejumlah pihak menafsirkannya bahwa NU anti terhadap politik.
āKhittah adalah sikap NU untuk memosisikan diri sebagai kelompok independen, bebas, tidak terikat dan mandiri. Tidak terikat artinya bisa dekat dan bisa jauh, bisa sama, bisa berbeda. Tergantung dasar pendirian, kepentingan, cita-cita dan tujuan NU,ā terang Mbah Muchith.
Politik itu sendiri, bagi NU adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena politik menyangkut segala urusan yang berhubungan dengan pengaturan dan penguasaan negara. āJadi, kurang pas kalau Khittah diartikan NU apatis dengan persoalan kenegaraan,ā pungkasnya. (sbh)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua