Menteri Agama Maftuh Basyuni yang membuka Kompetisi dan Expo Madrasah Nasional (Kemnas) di Malang, Jawa Timur, Rabu (29/7) mengatakan, madrasah harus tetap mempertahankan karakteristiknya, sekaligus bisa tampil sebagai lembaga multifungsi yang berbeda dengan lembaga pendidikan atau sekolah umum.
"Ke depan, madrasah harus mampu tampil sebagai lembaga multifungsi, di antaranya sebagai lembaga pendidikan formal, wadah pengembangan dakwah serta lembaga pemberdayaan masyarakat secara riil," katanya.<>
Menurut Menag, untuk menjadi lembaga multifungsi yang berkualitas, harus dimulai dari pengelolaan administrasi yang lebih baik dan memiliki karakteristik tersendiri.
Dewasa ini, perkembangan lembaga pendidikan Islam, termasuk madrasah, juga mengalami modernisasi yang tidak bisa dihindari. Bahkan, ada pergeseran paradigma untuk menyesuaikan dengan kebutuhan global.
Namun, karakteristik sebagai lembaga pendidikan Islam harus tetap dipertahankan oleh madrasah, agar tidak tercerabut dari akarnya dan tujuan utama pendirian pendidikan madrasah tidak luntur.
Maftuh Basyuni menambahkan, madrasah memiliki keunggulan tersendiri dan sudah diwujudkan secara riil dengan tingginya angka partisipasi masyarakat yang peduli terhadap pendidikan di lembaga tersebut.
Berdasarkan data statistik internal Depag, jumlah madrasah negeri lebih sedikit dibanding madrasah swasta, yakni 91 persen madrasah dikelola swasta. Ini berbalik dengan sekolah umum, yang 90 persen berstatus negeri dan 10 persen swasta. (ant/sam)
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
6
UU Satu Data Indonesia Disahkan, Transfer Data ke Luar Negeri Wajib Persetujuan DPR
Terkini
Lihat Semua