Lebak, NU Online
Menteri Agama Suryadharma Ali memberikan bantuan dana sebesar Rp300 juta untuk pembangunan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Ikhlas yang ambruk yang mengakibatkan seorang pelajar tewas serta tujuh lainnya luka-luka di Desa Cidikit, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
"Bantuan itu untuk pembangunan madrasah yang kondisinya rata dengan tanah," kata Kepala Seksi Pemberitaan Humas Pemerintah Kabupaten Lebak Icah, Kamis (6/10).<>
Icah mengatakan, pemerintah daerah menyambut positif dengan adanya bantuan dari Kementerian Agama itu, sehingga diharapkan bisa segera pembangunan madrasah itu dilaksanakan. Sebelumnya, kata Icah, Pemerintah Kabupaten Lebak sudah memberikan bantuan uang sebesar Rp75 juta.
Menteri agama yang datang ke Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak, bersama rombongan dari Jakarta hanya transit saja dan langsung berangkat ke lokasi madrasah yang ambruk itu. Perjalanan ke madrasah menempuh jarak sekitar enam sampai tujuh jam dari Rangkasbitung, karena lokasinya berada di daerah terpencil.
Icah mengatakan, selain bantuan pembangunan madrasah sebesar Rp300 juta, Kementerian Agama juga memberikan santunan kepada keluarga korban jiwa sebesar Rp20 juta dan Rp2 juta bagi siswa yang mengalami luka-luka.
Peristiwa ambruknya MDA Al-Ikhlas menewaskan Supnia Binti Sabna (9) saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) sekitar pukul 14.20 WIB. Korban meninggal akibat bagian kepala mengalami luka parah karena tertimpa atap genteng bangunan madrasah.
Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, H Abdulrouf, dalam kesempatan terpisah mengatakan, kedatangan rombongan Menteri Agama ke lokasi madrasah tersebut untuk bersilatuhrahmi dengan keluarga korban dan masyarakat setempat.
Selain itu juga memberikan bantuan pembangunan madrasah dan santunan bagi keluarha korban. Bangunan yang terbuat dari penyangga bambu dipastikan sudah lapuk dan tidak kuat menahan beban atap genteng itu.
Apalagi, kata dia, selama beberapa hari terakhir di wilayah itu tiupan angin cukup kencang. "Saya menduga ambruknya bangunan madrasah yang didirikan masyarakat secara swadaya tidak kuat beban genteng," ujarnya.
Redaktur: Syaifullah Amin
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua