Menneg PP: Penegakan Hukum soal Pornografi Masih Lemah
NU Online · Sabtu, 12 April 2008 | 17:39 WIB
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) Meutia Hatta mengakui bahwa sulitnya memberantas film-film porno dan juga tayangan di media massa yang berbau pornografi, salah satu faktornya disebabkan lemahnya penegakan hukum di Indonesia.
"Law enforcement(penegakan hukum)-nya masih lemah," ujar Meutia di sela-sela acara diskusi Pornografi dan Citra Perempuan di Media di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Sabtu (12/4) kemarin.<>
Meutia juga mengatakan bahwa persoalan mengurangi pornografi bukan cuma persoalan pemerintah. Pihak-pihak terkait, baik pemerintah, DPR, maupun industri media perlu berkoordinasi untuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut.
Sejauh ini, ujarnya, perangkat hukum sudah bisa diakomodir untuk kepentingan tersebut seperti yang mengatur tentang kekerasan dalam rumah tangga. Ketegasan semua pihak saat ini sangat penting mengingat bangsa Indonesia harus terus maju menuju cita-cita tanpa terlalu menghabiskan energi memikirkan persoalan-persoalan menyangkut pornografi.
Saat memberikan sambutannya sebelum membuka diskusi, Meutia mengatakan potret diri perempuan di media massa masih memperlihatkan adanya stereotip yang kenyataannya merugikan perempuan.
"Representasi perempuan atau citra perempuan di media massa cenderung tidak menguntungkan perempuan. Padahal, media massa dikatakan sebagai agen budaya yang sangat berpengaruh karena masyarakat mengonsumsi media dalam jumlah dan intensitas yang lebih banyak dari masa sebelumnya," ujarnya. (kcm/rif)
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua