Muhaimin: Ada yang Membonceng, Ingin Merusak PKB
NU Online · Ahad, 24 Agustus 2008 | 22:10 WIB
Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan, ada pihak-pihak yang terus-menerus memicu konflik di tubuh PKB. Mereka ingin merusak partai berlambang bola dunia ini.
Hal tersebut dikatakannnya terkait gugatan terhadap logo dan simbol PKB. "Gugatan-gugatan itu karena ada ketidakpuasan dan karena ada yang membonceng ingin merusak PKB. Kader tidak usah terpengaruh lah," kata Muhaimin usai acara silaturahmi PKB dengan UKM Mandiri di GOR Ragunan, Jakarta Selatan, Ahad (24/8).<>
Karena itu, Muhaimin meminta semua kader tetap tenang dan tidak terpengaruh semua manuver tersebut. Dirinya mengaku terus melakukan upaya pendekatan dengan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai orang yang paling berjasa di PKB
Terkait gugatan logo dan simbol PKB, menurut Muhaimin, pihaknya akan menghadapi semua gugatan itu. Logo dan simbol PKB sudah didaftarkan di Dirjen HAKI Depkum HAM sebagai milik partai bukan perorangan.
"Gugatan itu tidak akan punya makna apapun. Logo dan simbol PKB itu sudah milik PKB, bukan lagi perorangan. Wong dulu saya yang mengurus dan mendaftarkannya. Kalau diajukan lagi (gugatannya), ya kita hadapi," katanya.
Di tempat terpisah anggota DPP PKB Ida Fauziyah meminta pengurus PKB di tingkat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) bersikap tegas terhadap kader yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai lain.
"Pengurus harus segera melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap anggota dewan yang nyata-nyata mendaftar sebagai calon anggota legislatif dari partai lain," kata Ida di Mojokerto, Sabtu (23/8).
Dikatakannya, UU No 2 tahun 2008 tentang partai politik pasal 16 yang berisi, kader partai dianggap mundur apabila sudah meninggal dunia, tidak lagi sanggup menjadi anggota partai atau berpindah ke partai lain. (nam/sam)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
5
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
6
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
Terkini
Lihat Semua