Muhaimin Minta DPC PKB se-Sumbar Tak Cemaskan Konflik
NU Online · Rabu, 16 April 2008 | 21:08 WIB
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta kepada Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat (Sumbar) agar tak mencemaskan konflik internal yang terjadi belakangan ini. Ia berjanji akan segera menyelesaikan konflik di dalam partai yang dipimpinnya sebaik mungkin.
“Konflik di tubuh PKB harus diambil hikmahnya. Dari konflik tersebut, kader PKB diharapkan makin dewasa dalam berpolitik,” kata Muhaimin dalam acara silaturrahim dengan DPC PKB se-Sumbar di Padangpariaman, Sumbar, Rabu (16/4). Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Bagindo Armaidi Tanjung.<>
Muhaimin yang diberhentikan Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengakui, selama ini, pihaknya kurang efektif dalam mengembangkan partai, terutama di daerah. Pasalnya, selama ini banyak kunjungan ke daerah disalahartikan untuk mencari dukungan dan mendongkel Gus Dur.
“Padahal, ke daerah adalah untuk konsolidasi partai. Kini, sudah saatnya bangkit dengan konsolidasi ke daerah-daerah dengan silaturrahmi dengan DPC-DPC PKB,” tandasnya.
Muhaimin mengaku bahwa hingga saat ini, PKB tetap satu. Tidak ada dualisme kepemimpinan. “Sampai saat ini saya masih Ketua Umum DPP PKB. Tidak benar saya diberhentikan, atau dipecat. Yang bisa memberhentikan saya hanyalah Muktamar, atau Muktamar Luar Biasa,” tandasnya.
Ia juga meminta kepada DPC PKB se-Sumbaragar tetap fokus dengan program kerja dalam pengembangan partai. Setiap DPC dipersilakan untuk melaksanakan program-program partai dalam menghadapi Pemiluhan Umum 2009.
Dalam kesempatan itu juga, Muhaimin menyampaikan beberapa hal keputusan dan rekomendasi Musyawarah Pimpinan PKB di Jakarta 6 April lalu. “Dalam rangka menyelamatkan masa depan PKB dan politik NU dari kehancuran akibat infiltrasi (penyusupan) anasir-anasir jahat, Muspim PKB mendukung penuh keputusan politik saya untuk tetap mempemimpin DPP PKB periode 2005-2010 sesuai dengan keputusan Muktamar II PKB di Semarang tahun 2005,” jelasnya. (rif)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua