Muhaimin Sesalkan Kelompok Penggangu Proses Islah PKB
NU Online · Kamis, 31 Juli 2008 | 05:10 WIB
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyesalkan adanya kelompok yang sengaja menggangu proses islah atau penyatuan dua kubu PKB yang saat ini sedang berseteru.
Hal tersebut menyusul pengakuan tentang pembekuan sebanyak 19 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB. Menurutnya, pengakuan itu hanyalah fitnah dan direkayasa. "Kita tidak pernah memberhentikan atau memecat DPW tanpa prosedur hukum," katanya pada acara Musyawarah Wilayah DPW PKB DKI Jakarta di hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta, Kamis (31/7).<>
"Beberapa orang yang mengatasnamakan 19 DPW dan ingin ketemu Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) itu adalah bukan ketua DPW Jabar, DKI, dan Sumsel," tambahnya.
Muhaimin menyebut pihak yang mengaku DPW adalah orang yang ingin membakar stabilitas PKB. Karenanya dia mengimbau kepada PKB kubu Gus Dur agar berhati-hati dan jangan mudah menerima orang yang mengatasnakan DPW.
Namun demikian dirinya menyatakan hal itu tidak berpengaruh terhadap proses islah. "Ini tidak ada perngaruhnya terhadap islah. Yang mereka lakukan tidak lebih dari rekayasa untuk mengganjal dan menghambat proses yang sudah kondusif di tubuh PKB," katanya.
Sementara itu Musyawarah Wilayah DPW PKB DKI Jakarta yang sedang diadakan, kata Muhaimin, bertujuan untuk menyatukan seluruh perbedaan pendapat. Karena dulu Nur Syahbani diberhentikan secara tidak prosedural, selanjutnya Muslim Abdul Rahman yang ditunjuk sebagai Ketua DPW.
Muslim, menurut Muhaimin melarikan diri dan tidak bertanggung jawab. "Makanya kemudian kita satukan melalui muswil ini. Dan itu SK-nya yang sudah ditandatangani Gus Dur dan saya," tandasnya. (nam)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
5
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
6
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
Terkini
Lihat Semua