MUI Akhirnya Ubah Pandangan Soal Arah Kiblat
NU Online · Sabtu, 3 Juli 2010 | 13:20 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akhirnya mengubah pandangan tentang arah kiblat. MUI menerima pandangan Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sejumlah ahli falak yang menyatakan bahwa arah kiblat perlu diukur berdasarkan ilmu pengetahuan.
Sebelumnya MUI melalui Wakil Ketua Majelis Fatwa KH Ali Musthofa Ya’kub menyatakan bahwa arah kiblat cukup menghadap ke barat dan tidak perlu dilakukan pengukuran.<>
“Setelah melalui diskusi alot dalam 5 kali rapat, akhirnya komisi fatwa MUI dalam rapat hari Kamis, 1 Juli 2010 lalu telah sepakat mengganti fatwa tentang arah kiblat ke barat dengan menerima konsep dari kami,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri kepada NU Online di Jakarta, Sabtu (3/7)
Menurut Kiai Ghazali yang juga anggota Komisi Fatwa MUI, para ulama di MUI akhirnya menerima pandangan bahwa kiblat muslimin Indonesia menghadap ke arah barat laut dengan posisi bervariasi sesuai dengan letak kawasan masing-masing, atau sesuai garis lintang dan garis bujurnya.
Dalam rapat komisi fatwa dinyatakan bahwa penentuan arah barat seperti dimaksud dalam pendapat KH Ali Musthofa Ya'kub juga pasti berdasarkan ilmu pengetahuan. Maka dengan demikian sesungguhnya MUI tidak menolak ilmu pengetahuan yang berkembang di kalangan ahli falakiyah terutama terkait penentuan arah kiblat ini.
“Kalau kita menghadap ke arah barat sesungguhnya kita tidak menghadap ke Masjidil Haram di Makkah, tetapi ke masjid di Tanzania sana. Karena arah barat itu jika ditarik garis lurus sudah bergeser 2775 KM ke selatan kota Makkah,” kata Kiai Ghazalie. (nam)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua