MUI: Tidak Ada Kewajiban Produsen Cantumkan Spesifikasi Produk Makanan
NU Online · Kamis, 22 Oktober 2009 | 12:27 WIB
Meski tidak ada hukum tertulis yang mewajibkan produsen makanan untuk mencantumkan spesifikasi produknya, namun para produsen makanan hendaknya tetap memberikan keterangan atas kehalalan makanan tersebut. Demikian dinyatakan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Kamis (22/10).
Meski demikian, masyarakat Muslim tetap diminta proaktif untuk menyeleksi makanan yang akan mereka konsumsi. Terutama agar tidak tercampur antara produk yang halal dan haram. Umat Islam sebaiknya kritis meneliti kehalalan suatu produk sebelum mengonsumsinya.<>
"Masyarakat kita kan heterogen, jadi orang Islamnya yang harus proaktif dalam menyeleksi makanan yang akan dikonsumsi. Sebelum membeli makanan, sebaiknya dilihat dahulu apakah penjualnya mencantumkan label halal," kata Kiai Ma'ruf.
Menurut Ma'ruf, sebenarnya tidak ada batasan minimum usaha rumah makan atau restoran yang wajib mencantumkan label halal yang disertifikasi LPPOM MUI. Namun rumah makan berskala kecil pun sebaiknya memiliki jaminan halal demi kenyamanan konsumennya. (min)
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
6
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua