Jakarta, NU Online
Hubungan antara warga muslim dan China saat ini perlu untuk ditingkatkan kembali seperti masa lalu yang sangat erat. Pada abat 7, Muadz, sahabat Rasulullah sudah mengunjungi negeri itu untuk mendakwahkan Islam yang akhirnya menumbuhkan komunitas muslim di sana.
Konsultan Pemasaran Hermawan Kertajaya berharap antara umat muslim dan komunitas China saling membuka dari untuk mengurangi kesenjangan yang ada. Kedua belah fihak pernah mengalami masa-masa buruk. Muslim pernah mengalami trauma dengan China tahun 1965 dan komunitas China pernah mengalami trauma pada kerusuhan di Jakarta tahun 1998.
<>“Tak harus lewat PITI, pesantren bisa membuka dirinya untuk orang non muslim. Biar mereka belajar dan mengenal Islam. Kalau komunikasi dengan China muslim kan sudah biasa,” tuturnya kepada NU Online alam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Markplus Rabu malam d.
Menurutnya, pendekatan budaya merupakan cara paling efektif dalam menjalin ukhuwah diantara kedua belah fihak. “Waktu kecil, saat hari saya Imlek, saya selalu dapat kiriman kue keranjang dari tetangga muslim, saat lebaran kita juga mengirimkan kue-kue, entah mengapa saat ini kok jadi lain,” tandasnya.
Sebagai awal dari kerjasama ini, Hermawan bersama dengan sejumlah perusahaan dan komunitas China telah memberikan bantuan bibit jarak kepada 84 pesantren. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan di Pesantren Langitan Tuban. 16 Dzulhijjah 1427 lalu. Mereka akan memberikan bantuan teknis sampai dengan pemasaran.
Kerjsama ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Menurut presiden of world marketing association ini, masyarakat miskin bukanlah kutukan atau momok. Mereka merupakan asset yang harus diberdayakan bersama dan ini akan menguntungkan semua fihak. (mkf)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua