Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hendaknya mempertimbangkan aspirasi terbesar masyarakat Muslim Indonesia, terutama dalam hal keyakinan beragama. SBY diharapkan tidak memilih Menteri Agama yang berlatar belakang paham keislaman non Ahlussunnah wal Jamaah.
Demikian dinyatakan KH Musthofa Agil dalam sambutannya pada acara Istighosah Bulanan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah nahdlatul Ulama (LDNU) di Jakarta, Rabu (29/7). Musthofa Agil berharap SBY tidak memilih Menteri Agama yang berasal dari kelompok berpaham Wahabi.<>
Menurut Musthofa, mayoritas umat Islam Indonesia berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah yang menyandarkan tata cara peribadahan mereka pada sistem bermadzhab, yakni madzhab empat (Syafi'i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali). Masyarakat Muslim Indonesia meyakini tradisi ziarah kubur sebagai bagian dari kesalehan seorang Muslim.
"Jangan sampai Menteri Agama diangkat dari orang berpaham Wahabi. Karena umat Islam Indonesia mangamalkan tahlil dan istighosah. Tentu kita mengkhawatirkan jika tahlil dan barzanji dilarang di Indonesia," terang Kiai Musthofa yang disambut tepuk tangan hadirin.
Lebih lanjut, Musthofa juga berpesan, hendaknya warga Nahdlyiin tetap menjaga tradisi-tradisi keislaman yang selama ini dipegangi kebenarannya. Hendaknya warga Nahdliyyin tidak terpengaruh oleh banyaknya ajaran-ajaran yang menyudutkan warna Nahdliyyin. (min)
Terpopuler
1
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
2
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
3
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
4
UU Satu Data Indonesia Disahkan, Transfer Data ke Luar Negeri Wajib Persetujuan DPR
5
Sosialisasi Hasil Muktamar ke-35, PBNU Ubah Lembaga Wakaf Jadi Lembaga Aset dan Wakaf
6
Kemenag Buka Pelatihan Moderasi Beragama 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Terkini
Lihat Semua