Nahdliyin Berharap Kurikulum Kejuangan Aswaja di Sekolah
NU Online · Selasa, 10 November 2009 | 02:00 WIB
Masyarakat berharap spirit nasionalisme para pahlawan dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diharapkan direkonstruksi kembali. Sehingga generasi muda dapat meneladani spirit nasionalisme dan keagamaan mereka untuk diwujudkan dalam kehidupan kebangsaan saat ini.
Warga Nahdlyiin berharap, keikhlasan tanpa pamrih dalam memperjuangkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi generasi Nahdliyin saat ini. Upaya rekonstruksi ini dapat dilakukan melalui kurikulum pendidikan di sekolah dan madrasah.<>
Demikian dinyatakan Ahmad Faiz, seorang warga Nahdliyin yang tinggal di Jakarta kepada NU Online, Selasa (10/11). Menurut Faiz, kurikulum ini dapat berupa cerita heroik atau epos kepahlawanan dari para kiai dan pejuang NU.
"Kisah-kisah patriotisme dapat diulas dan diceritakan kepada para santri dan siswa-siswi Nahdliyin agar mereka mengenal para tokoh dan pahlawan NU dengan benar," terang Faiz.
Faiz berharap, pengenalan kepahlawanan para tokoh ini dapat mengurangi kejenuhan para pelajar terhadap para politisi masa kini yang mayoritas dinilai sebagai para politisi yang pragmatis.
"Pelajaran mengenai Heroismepara kyai di sekolah-sekolah perlu ditingkatkan untuk memupuk rasa cinta generasai muda NU kepada bangsa. Sehingga efek negatif budaya global dapat direduksi dan hedonisme kalangan pelajar dapat dikurangi," tandas Faiz. (min)
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
6
Maroko Lawan Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026, Ulangan Semifinal di Qatar 2022
Terkini
Lihat Semua