NU dan Sejumlah Ormas Islam Akan Keluarkan Pernyataan Bersama Tangkal Radikalisasi
NU Online · Kamis, 22 Juli 2010 | 12:26 WIB
Sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia bersilaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Kamis (22/7). NU bersama sejumlah ormas mengagendakan akan mengeluarkan pernyataan bersama untuk menangkal gerakan radikalisasi di Indonesia yang mengatasnamakan Islam.
Perwakilan ormas Islam yang hadir antara lain dari Persis, Al-Irsyad, Al-Ittihad, PITI (Tioghoa), Matla’ul Anwar dan Syarikat Islam. Bersama ormas lainnya seperti Muhammadiyah, Al-Wasliyah, Perti, Rabitah Alawiyah, dan DDII ormas-ormas ini akan mengeluarkan pernyataan bersama pada 5 Agustus mendatang di kantor PBNU.<>
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, gerakan-gerakan radikal yang akhir-akhir ini muncul kembali bukan betul-betul lahir dari aspirasi umat Islam sendiri. Gerakan-gerakan itu ditengarai mempunyai jaringan yang cukup kuat dengan dunia internasional.
“Beberapa orang yang tertangkap ternyata tidak sendirian tapi terorganisir secara rapi dan pasti ada line up-nya ke dunia internasional,” katanya.
Sementara itu, sambung Kiai Said, setelah dicabutya Undang Undang Subversi, beberapa aktivitas yang memicu terjadinya radikalisasi tidak bisa ditindak karena tiadanya tindakan yang bisa dikenakan sanksi.
“Orang yang berpidato keras sekarang tidak bisa ditangkap sebelum ada bukti perbuatan. Padahal tindakan keras itu bisa dipicu oleh perkataan yang keras, dan perkataan yang keras bersumber dari orientasi berfikir yang keras,” katanya.
Ditambahkan, gerakan-gerakan radikal dan sering berujung pada terorisme itu telah merugikan umat Islam secara keseluruhan, tidak terkecuali ormas Islam. “Kita sudah bersepakat bahwa kita bersama-sama akan menolak radikalisasi itu,”katanya.
Selain Ketua Umum rombongan ormas Islam itu juga diterima oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, Sekjen PBNU H Iqbal Sullam dan Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mu’im DZ. (nam)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua