Jakarta, NU Online
Konferwil NU DKI XVI, yang berakhir Sabtu malam, menghasilkan beberapa poin rekomendasi. Rekomendasi itu juga akan dibawa ke muktamar NU ke-31 di Solo. Intinya, NU DKI juga tidak mau melihat ormas ini dijadikan mesin politik. NU harus bertahan dan mempertahankan khittah 26.
Empat rekomendasi itu: Pertama, muktamar diharapkan dapat menampung aspirasi dan kepentingan warga NU secara keseluruhan. Sehingga keputusan-keputusan yang ditetapkan bersifat integralistik (‘ammah) dan dapat menampung kepentingan seluruh warga NU. Tidak bersifat parsial dan tidak hanya menampung kepentingan kelompok ataupun perorangan.
<>Kedua, muktamar hendaknya melahirkan ishlah nasional di kalangan warga NU yang akhir-akhir ini dirasakan adanya gangguan terhadap keutuhan persaudaraan, persatuan dan kesatuan warga NU, sebagai ekses perbedaan sikap dan visi politik dalam pemilu legislatif dan (terutama) pemilihan presiden dan wakil presiden.
Muktamar harus dapat dijadikan sebagai simbol kebangkitan ukhuwah nahdliyah yang harus diimplementasikan melalui sikap dan langkah para elit NU sebagai uswah (tauladan) warga NU, serta upaya untuk menghilangkankesan adanya dikotomi kepentingan antara struktural dan kultural di kalangan NU.
Ketiga, muktamar harus memantapkan pelaksanaan khittah NU 1926, sehingga NU tidak dijadikan mesin politik oleh kepentingan politik para elit NU, serta tidak dijadikan sebagai sub sistem dari partai atau kekuatan politik di luar NU. Kendati, NU tidak harus memasung kreatifitas dan pengembangan karir warga NU untuk mengapresiasikan perannya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Keempat, muktamar harus mempertegas semangat warga NU untuk memberantas KKN secara efektif yang tidak cukup hanya dalam bentuk pesan-pesan moral saja, namun harus dibarengi dengan tindakan nyata secara pro aktif. (dm/cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua