Dalam tata dunia yang semakin kompleks, Nahdlatul Ulama (NU) memerlukan keahlian di berbagai bidang untuk dapat terus membangun umat. NU membutuhkan insinyur, dokter, saintis, ulama, ahli kehutanan dan kelautan, serta berbagai bidang keahlian lainnya.
Sementara, NU overproduction atau kelebihan produksi orang yang berlatar belakang agama. “Kalau israf (berlebihan), maka ia akan terkena hukum keseimbangan, termarjinalkan dan sebagainya,” kata Prof Dr KH Yudian A. Wahyudi, saat berkunjung ke kantor PCINU Australia dan New Zealand di Canberra, Jumat (26/6) lalu seperti dilaporkan kontributor NU Online Yasir Alimi.<>
“Ibaratnya NU berjalan dengan satu kaki saja. Untuk bisa lari dan membangun umat maka NU harus menyiapkan kaki yang lain agar ia bisa berjalan atau berlari,” kata alumni Pesantren Termas ini yang menjadi seorang profesor di Harvard University, universitas ternama di Amerika.
Atas pertimbangan inilah kemudian, Kiai Yudian selaku anggota syuriyah PWNU Yogyakarta mendorong agar PWNU Yogyakarta mempunyai sekolah dasar unggulan, bukan madrasah ibtidiyah biasa. “Masak orang satu Yogya tidak bisa membangun satu sekolah dasar unggulan,” katanya.
Menurut dekan fakultas syari’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, rumus gerakan NU tidak boleh berhenti pada memelihara yang lama dan megambil yang baru yang lebih baik (almuhafadhatu alal qadimis salih, wal ahdhu bil jadidil aslah). "Harus diteruskan, menemukan yang baru dan bermanfaat, al-ijad bil jadidil anfa’," katanya. (nam)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua