Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama selalu melihat nilai-nilai budaya secara selektif dan inovatif.
Menurutnya, secara historis masuknya Islam di Indonesia juga dibarengai dengan jalur seleksi budaya ketika budaya-budaya Hindu, Budha dan sistem-sistem kepercayaan pribumi sudah muncul selama berabad-abad.<>
Diakuinya, ada nilai-nilai budaya yang sudah sejalan dengan ajaran-ajaran agama dan bahkan berfungsi sebagai faktor pendukung dalam penyebaran agama.
"Ini berarti agama sejatinya dapat mencerahkan suatu komunitas tanpa perlu mengubah budayanya yang asli," kata Hasyim saat berbicara dalam sebuah pertemuan di Roma, belum lama ini.
Dalam kesempatan itu, sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) menyatakan, realitas Indonesia yang multi kultural itu juga turut berperan telah membentuk karakter Nahdlatul Ulama.
Hasyim menegaskan, sikap NU yang secara relatif lebih lentur dan adaptif terhadap berbagai nilai budaya menunjukkan bahwa NU bisa menjalin hubungan baik dengan ormas dan agama apapun juga.
Pihaknya juga mengatakan, sebagai tempat bernaungnya NU, Indonesia adalah sebuah mozaik dengan lebih dari 200 budaya, sementara di Timur Tengah, satu budaya itu terbagi di 32 negara. (dar)
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
Terkini
Lihat Semua