Jakarta, NU Online - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Pemerintah mendengar aspirasi rakyat yang menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Batas waktu pemberlakuan kenaikan pada tanggal 1 April mendatang diminta diundur.
"Penolakan oleh masyarakat semakin luas dan Pemerintah harus mendengar itu. Ada baiknya pemberlakuan kenaikan harga BBM ditunda," ungkap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Medan, Jumat (30/3). Kiai Said berada di Medan dalam rangka menghadiri Konferensi Wilayah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara. <>
Kiai Said menilai penolakan masyarakat melalui serangkaian aksi demonstrasi yang terus meluas, apabila tidak didengar justru mengancam stabilitas kondisi keamanan. Kerusuhan yang bisa terjadi sebagai akibatnya dinilai lebih mengkhawatirkan merusak perekonomian Indonesia dalam waktu jangka panjang.
Meski demikian PBNU tetap memperhatikan alasan Pemerintah dalam rencananya menaikkan harga BBM, yaitu lonjakan harga minyak mentah dunia mencapai 120 US Dollar. Sebagai solusi jika harga BBM terpaksa dinaikkan, diminta dilakukan secara bertahap.
"Kalaupun sudah sangat terpaksa harus dinaikkan, untuk sekarang ini kami menyarankan maksimal lima ratus rupiah saja. Ini sumbangan pikiran dari NU untuk Pemerintah. Jangan langsung seribu lima ratus, itu akan memukul masyarakat," tegas Kiai Said.
Terkait maraknya aksi demonstrasi, untuk ke sekian kalinya Kiai Said meminta agar dilakukan dengan tetap menjaga martabat bangsa. Demonstrasi yang anarkis dan berujung bentrokan dinilai akan menjatuhkan harga diri bangsa Indonesia.
"Demonstrasi hak setiap warga masyarakat, tapi tetap harus santun. Islam mengajarkan ini, yaitu penyampaian pendapat, kritikan dan sebagainya ada tata caranya," pungkas Kiai Said.
Penulis: Emha Nabil Haroen
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua