Ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI) menginginkan agar Israel diadili oleh pengadilan kejahatan perang internasional atas serangan yang "sangat keji" terhadap Palestina.
Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu, Kamis (13/3), mengatakan bahwa Israel sudah berulangkali berusaha meremehkan rencana-rencana perdamaian yang disponsori negara lain<>.
"Situasi di Palestina masih menyedihkan karena krisis yang terus menerus diciptakan oleh Israel demi menghindari proses perdamanan dan untuk menghambat berbagai rencana perdamaian dan prakarsa yang diusulkan masyarakat internasional," kata Ihsanoglu dalam pertemuan puncak organisasi yang beranggotakan 57 negara itu di Senegal .
"Sudah menjadi sangat perlu agar agresi dan kejahatan yang sangat keji ini secara resmi didokumentasikan dan para pelakunya diseret ke pengadilan internasional yang dirancang untuk perbuatan seperti ini.. misalnya pengadilan Kejahatan Internasional," kata Ihsanoglu, yang mengetuai organisasi antarpemerintah terbesar kedua setelah PBB itu.
Serangan Israel selama lima hari di Gaza pada pekan lalu membunuh lebih dari 125 warga Palestina.
Juru bicara kementerian luar negeri Israel, Arye Mekel, menolak ucapan Ihsanoglu dengan mengatakan sumber masalah adalah serangan roket dari Gaza ke kota selatan Israel.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon pada pertemuan puncak OKI itu mengatakan bahwa "pengerahan kekuatan secara tidak imbang dan berlebihan" oleh Israel telah membunuh dan melukai banyak penduduk sipil termasuk anak-anak dan dia minta kerasan dihentikan.
"Saya mengutuk tindakan ini dan minta Israel untuk menghentikan aksi seperti itu. Israel sepenuhnya harus mematuhi peraturan kemanusiaan internasional dan sepenuhnya menahan diri," kata Ban seperti dilansir sumber Antara.
Kekerasan yang kembali terjadi di Jalur Gaza dan Tepi Barat, setelah sepekan yang relatif tenang, telah mengancam harapan atas gencatan senjata yang
disponsori Mesir. (dar)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua