Organisasi Alumni PMII Minta Selidiki Penyerbuan Unas
NU Online · Senin, 26 Mei 2008 | 07:04 WIB
Organisasi para mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau Ikatan Keluarga Alumni (IKAPMII) mendesak pihak terkait menyelidiki insiden penyerbuan kampus Universitas Nasional (Unas) pada Sabtu (24/5) lalu.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal IKAPMII Effendy Choirie didampingi Ketua Umum IKAPMII Arief Mudatsir Mandan kepada wartawan di Jakarta, Ahad (25/5) kemarin. "Harus diusut tuntas," katanya.<>
Arief Mudatsir mengemukakan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perlu melakukan investigasi karena penyebuan ini sangat tidak proporsional. Selain itu, kepolisian juga perlu melakukan pengusutan untuk mengungkap kemungkinan adanya kesalahan prosedur atau tindakan yang melebihi batas proporsionalitas.
Sejumlah anggota DPR yang tergabung dalam KMPI bertemu di Jakarta, untuk menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penyerbuan polisi ke Kampus Unas.
Mereka antara lain Yuddy Chrisnandy (Partai Golar Golkar), Ruth Nena Kedang (Partai Damai Sejahtera), Marauarar Sirait (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Abdullah Azwar Anas, Ana Muawanah dan Ario Wijonarko (Partai Kebangkitan Bangsa) serta Syahrin Hamid (Partai Amanat Nasional).
KMPI mengritik cara represif yang dilakukan aparat dalam menghadapi berbagai menentang kenaikan harga BBM. KMPI meminta aparat segera melepaskan mahasiswa Unas yang masih ditahan karena bagaimana pun juga hak untuk menyatakan pendapat di muka umum adalah salah satu hak dasar warga negara yang dijamin UUD 1945.
KMPI mengingatkan pemerintah bahwa kekuasaan adalah mandat dan amanat yang harus dikelola secara rasional sesuai dengan aspirasi pemberi mandat.
Berbagai aksi unjuk rasa yang dilakukan berbagai kelompok masyarakat adalah bukti bahwa masyarakat menolak kenaikan harga BBM. "Artinya, masyarakat menginginkan agar demokrasi untuk kesejahteraan bukan untuk negara, apalagi sekadar memenuhi kemauan pasar," kata Ario Wijonarko. (ant/rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua