Pacu Madrasah Jadi Alternatif Pendidikan Masa Depan
NU Online · Rabu, 5 Januari 2005 | 03:13 WIB
Jakarta, NU Online
Madrasah harus dipacu untuk menjadi alternatif dalam penyelenggaraan pendidikan Indonesia di masa mendatang. Direktur Madrasah dan Pendidikan Agama pada Sekolah Umum (Mapenda) Departemen Agama Abdul Aziz di Jakarta, kemarin, mengatakan pada semua tingkatan (ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah) memiliki semua persyaratan menjadi sekolah unggul, terpadu, dan harus diperhitungkan semua kalangan.
Hanya saja yang kurang dimiliki madrasah adalah kesempatan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga madrasah tidak jalan sendiri. Buktinya salah seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTsN) 1 Malang, Jawa Timur, Ria Ayu Pramudita mendapat penghargaan karena memperoleh medali emas pada Olimpiade Sains Junior tingkat Internasional di Jakarta beberapa waktu lalu.
<>Sesungguhnya pendidikan madrasah memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Misalnya, penyatuan antara keimanan, pengetahuan agama, sikap, dan perilaku siswa sehari-hari. ''Makanya tidak salah jika di kalangan siswa madrasah tidak pernah ada tawuran pelajar, narkoba, atau tingkah laku yang melanggar susila dan norma kemasyarakatan,'' papar Aziz.
Di sisi lain, ia menilai figur guru madrasah pun lebih memiliki pengabdian kepada profesinya. Fakta di lapangan menunjukkan banyak guru di madrasah yang dari segi bayaran sangat minim, namun memiliki pengabdian yang luar biasa. Para guru madrasah tetap mengajar dan mengabdi demi para siswanya meskipun fasilitas yang dimiliki sangat jauh jika dibandingkan dengan sekolah umum. Namun begitu, para guru madrasah tetap menunjukkan komitmennya pada pendidikan para siswanya.
Mayoritas madrasah dikelola oleh pribadi dan yayasan yang sumber daya manusia, keuangan, dan manajemennya dikelola dengan kepemimpinan yang dinamis, kreatif, dan berdedikasi tinggi. Hampir semua madrasah yang ada membiayai dirinya sendiri. Tetapi mereka tetap menyelenggarakan pendidikan dan itu berhasil. ''Apalagi, jika semua madrasah diberi bantuan yang sama dengan yang lainnya pasti akan menghasilkan lulusan yang jauh lebih baik,'' ungkap Aziz.
Sedangkan untuk memotivasi seluruh elemen madrasah, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, kemarin, memberi penghargaan kepada lembaga dan perorangan yang dinilai berjasa dalam pendidikan madrasah dan pendidikan agama Islam pada sekolah umum. Penghargaan lain, untuk juara lomba madrasah tingkat nasional. (MI/cih)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua