Pasukan Pengawal Revolusi Iran Lakukan Latihan Perang
NU Online · Kamis, 2 November 2006 | 15:50 WIB
Teheran, NU Online
Pasukan Pengawal Revolusi Iran, Kamis (2/11) memulai latihan perang yang akan berlangsung selama 10 hari.
Televisi Iran pada Rabu menyebutkan kegiatan itu antara lain berupa latihan perang di Teluk dan Perairan Oman, beberapa hari setelah angkatan laut Amerika Serikat melakukan latihan di wilayah tersebut.
Iran sedang cekcok masalah nuklir dengan Barat yang menuduh negara itu sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir.
Iran bersikeras mengungkapkan, pengembangan nuklirnya adalah untuk misi sipil yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.
Kepala Staf Pengawal Revolusi, Yahya Rahim Safavi, mengemukakan pasukan darat, udara, dan laut termasuk kapal selam akan mengikuti latihan yang disebut "Nabi Terbesar" sejak Kami hingga 11 November.
Pihaknya mengatakan latihan tersebut sebagian besar akan dilakukan di Teluk Persia serta Laut Oman. Dia juga mengungkapkan, milisi sukarelawan Basij, yang menyebut diri mereka penjaga nilai-nilai revolusi Iran, akan ambil bagian dalam latihan tersebut.
Safavi mengatakan, unit pengawal elit juga akan memamerkan berbagai peralatan buatan Iran seperti Rudal dan roket dengan berbagai jarak jangkau.
"Angkatan udara kita akan menembakkan lusinan Rudal termasuk Shahab-2 dan Shahab-3 dengan berhulu ledak bom tandan," kata Safavi seperti dilansir sumber Reuters.
Para ahli militer memperkirakan Shahab-3 punya daya jangkau sekitar 2 ribu kilometer, yang berarti mampu menghantam Israel dan pangkalan Amerika Serikat di Teluk.
Pejabat Amerika Serikat menuduh Iran merencanakan memasang Rudal mereka dengan hulu ledak nuklir sedangkan Iran membantah tuduhan itu.
Pasukan Pengawal Revolusi, pasukan sayap berdasarkan ideologi dan punya struktur komando yang berbeda dari militer, sebelumnya mengadakan latihan perang di Teluk pada April di mana mereka mencoba Rudal baru, torpedo dan peralatan lainnya.
Para analis menganggap latihan tersebut adalah selubung ancaman bahwa Iran dapat mengganggu pelayaran minyak jika ditekan dalam masalah nuklir.
Safavi mengatakan latihan perang itu akan menunjukkan "kekuatan pertahanan" dan tidak untuk mengancam negara lain di kawasan tersebut. (dar)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua