PBNU: Ada Indikasi Zakat Dimanfaatkan Partai Politik Tertentu
NU Online · Senin, 18 Januari 2010 | 00:01 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan, pola pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang selama ini berlaku perlu ditinjau kembali terutama pada aspek organisasi dan managemen kepanitiaannya (amil). Jangan sampai pelaksanaan ajaran Islam ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu yang mengatasnamakan agama.
“Ada indikasi bahwa selama ini amil bekerjasama dengan kepentingan partai tertentu untuk tujuan politik atas nama agama,” kata Ketua PBNU KH Masdar Farid Mas’udi kepada NU Online di Jakarta, Ahad (17/1), berkaitan dengan proses revisi terhadap UU No 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat.<>
Masdar bahkan menghawatirkan adanya kelompok-kelompok bawah tanah pengusung radikalisme yang anti Pancasila yang mendompleng dana ZIS. Ini akan membahayakan umat Islam serta keutuhan bangsa Indonesia.
Menurutnya, ke depan yang layak menjadi panitia atau amil ZIS adalah organisasi yang jelas basis keumatannya dan sejalan dengan asas dan tujuan NKRI. Lembaga-lembaga amil yang tidak punya basis keumatannya seperti yang selama ini beroprasi harus ditinjau ulang.
“Ke depan biarlah ZIS umat Islam dibayarkan dan ditasarufkan oleh ormas keagamaan masing-masing. ZIS warga NU dikelola atau dipungut dan ditasyarufkan oleh NU. ZIS warga Muhammadiyah, Persis, atau Al-Irsyad dikelola oleh ormasnya masing-masing.” katanya.
Selanjutnya, kata Masdar, posisi pemerintah adalah supervisi terhadap pengelolaan dana itu. Ormas penerima ZIZ wajib melaporkan penerimaan dan penggunaannya kepada pemerintah sebagai penanggungjawab kemaslahatan publik.
“Memang untuk ini umat Islam wajib segera menyiapkan diri dengan perangkat kelembagaan dan managemen yang profesional dan akuntabel, amanah, agar kepercayaan umat dan pemerintah dapat terpelihara bahkan diperkuat dari waktu ke waktu,” katanya.
Masdar menambahkan, dengan pengelolaan zakat yang baik umat Islam akan mampu memberdayakan diri dan berperan lebih memadai untuk kemaslahatan negara dan bangsanya. (nam)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua