Jakarta, NU Online
Kondisi umat Islam di Thailand Selatan yang terus mengalami ketidakstabilan menimbulkan keprihatinan bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk PBNU sebagai organisasi keagamaan Islam terbesar di dunia. PBNU berharap konflik berkepanjangan yang telah menimbulkan ratusan korban ini harus segera diselesaikan.
“Saat ini PBNU sedang mencari kesempatan yang tepat untuk mengunjungi Thailand Selatan untuk bertemu dengan pihak yang berwenang sekaligus bertemu dengan saudara muslim untuk duduk bersama dan bertukar fikiran dan pandangan untuk menyelesaikan masalah ini” ungkap Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi.
<>Dalam hal ini, PBNU juga mengirimkan surat ke kedutaan Thailand di Indonesia untuk meminta klarifikasi tentang kejadian tersebut. Peristiwa yang meminta banyak korban ini sangat disesalkan PBNU, apalagi terjadi dalam bulan Ramadhan dimana umat Islam sedang menjalankan puasa.
Dalam waktu dekat, PBNU mengharapkan dapat bertemu dengan duta besar Thailand untuk Indonesia Ms ATCHARA Seri Putra untuk dapat mendengarkan penjelasan langsung. Sebelumnya Dubes Thailand juga berkunjung ke PBNU untuk mengklarifikasi kasus sebelumnya yang menimbulkan korban meninggal lebih dari 100 orang bulan April lalu.
Sampai saat ini, suasana di Thailand belum mereda. Setidaknya, 5 orang ditembak mati. Seorang pekerja konstruksi ditembak mati di distrik Cho-ai-Rong pada hari Minggu. Pada hari Sabtu, empat orang yang terdiri dari seorang polisi, dua petani, dan seorang mantan kepala desa juga ditembak.
Pihak berwenang Thailand telah membebaskan ratusan orang yang terlibat dalam kerusuhan. Namun, mereka menahan 300 orang dan tetap akan dituntut dengan alasan merusak piranti pemerintah.
PM Thailand Thaksin Shinawatra juga mengingkari janjinya yang diucapkan pada Jum’at setelah kerusuhan. Ia mengakui bahwa tingginya jumlah korban karena kesalahan aparat keamanan. Namun demikian, kemarin Thaksi menegaskan tidak akan mencopot seluruh pejabat pemerintah yang dianggap bertanggung jawab. Sebaliknya, ia menyatakan, mereka telah melakukan tugas dengan baik.(mkf/kmp/jp)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua