Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, paham Ahlussunnah wal Jamaah tak akan bertahan lama kemudian hilang bila tak diorganisasikan dengan baik. Pasalnya, menurut dia, saat ini banyak bermunculan paham-paham baru yang tak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.
“Paham Aswaja baik dan cocok dengan budaya bangsa kita. Namun, kalau tidak diorganisir, paham ini akan semakin melemah dan terkikis. Ada sebuah kaidah yang mengatakan, sesuatu yang baik tanpa diorganisir dengan baik, maka akan dikalahkan oleh sesuatu yang kurang baik yang diorganisir dengan baik,” terang Hasyim.<>
Ia mengatakan hal itu di hadapan puluhan ribu warga Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) pada Tablig Akbar dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Pengurus Cabang NU Kabupaten Bogor, di Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/5) malam.
Karena itu, Pengasuh Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu, menekankan agar jajaran PCNU Kabupaten Bogor segera melakukan konsolidasi organisasi. Tujuannya tak lain untuk melakukan menguatkan kembali upaya pengembangan dakwah Aswaja di masyarakat.
Pengurus NU, imbaunya, harus mau bekerja keras. Bagi mereka yang tidak bekerja, maka harus diganti dengan yang baru yang lebih bersedia bekerja. “Kecuali rais syuriyah dan ketua tanfidziyah yang dipilih melalui konfercab. Selebihnya yang tidak bekerja diganti saja. Ajukan SK (Surat Keputusan) baru, PBNU akan langsung mengeluarkan,” tegasnya.
Hasyim juga mengajak jajaran Pengurus Wilayah NU Jabar dan PCNU Bogor agar memikirkan pengkaderan NU. Para santri harus mulai disiapkan untuk melanjutkan perjuangan kiai, baik dalam hal pengajaran kitab kuning maupun dalam kepemimpinan di tengah masyarakat.
“Masalah ini (pengkaderan) harus kita pikirkan bersama. Jangan hanya yang tua-tua saja yang kita bina. Yang lebih muda juga harus mendapatkan perhatian. Jika tidak, saya khawatir 10 tahun ke depan, NU akan habis, karena yang saat ini banyak terlibat umumnya sudah berusia di atas 50 tahun,” jelas Hasyim.
Selain diikuti puluhan ribu Nahdliyin, acara tersebut juga dihadiri Ketua PWNU Jabar KH Wahidi, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor KH R. Muhtar Royani, Ketua DPRD Kabupaten Bogor H Rachmat Yasin, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ahmad Sundawa, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor H Rusdi AS. (hir)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua