Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan dukungannya atas pemberlakukan asas tunggal Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dalam hal ini, Pancasila berfungsi sebagai tata nilai dan aturan main dalam politik kebangsaan.
âPartai Islam tak perlu khawatir, karena Pancasila tidak akan mengganti agama dan agama bukan Pancasila katanya kepada NU Online di PBNU seusai menerima delegasi Baitul Muslimin, Kamis (4/10).
Ditegaskannya bahwa Pancasila berperan untuk menyatukan dan menjaga keutuhan negara dan bangsa yang terdiri dari berbagai agama dan beragam suku bangsa. âPancasila itu bukan milik orde baru, Pancasila sudah ada sejak Indonesia lahir dan akan terus ada sampai nanti,â tandasnya.
Namun demikian, Pengasuh Ponpes Al Hikam Malang ini berpendapat penerapan asas tunggal ini hanya wajib bagi partai politik karena mereka bermain dalam level state sementara ormas tidak perlu diwajibkanÂ
Kiai Hasyim mengibaratkan partai-partai politik sebagai sebuah keluarga yang memiliki fungsi, tujuan, aturan sendiri sementara pemerintahan sebagai RT yang mengoordinasikan dengan aturan yang disepakati bersama agar semuanya bisa berjalan.
Sementara itu, ditingkatan bawah atau ormas Islam tak perlu terikat aturan asas tunggal karena mereka berada dalam level masyarakat yang mejalankan ajaran agama sebagai sebuah tata nilai.
âKewajiban menjalankan sholat kan tidak perlu diatur oleh UU, nanti banyak yang protes karena negara ini kan bukan milik umat Islam saja,â katanya.
Terkait dengan sejumlah parpol Islam yang menolak asas tunggal, sekjen International Conference of Islamic Scholars ini menduga bahwa mereka itu berfikir Islam disatu fihak dan Pancasila di fihak lainnya sehingga tidak bisa disatukan. (mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua