PBNU: Kedatangan Parlemen Israel Tambah Beban Indonesia
NU Online · Senin, 23 April 2007 | 10:25 WIB
Jakarta, NU Online
Kedatangan Parlemen Israel dalam sidang Inter Parliamentary Union (IPU) di Bali pada 29 April hingga 4 Mei mendatang, justru akan menambah beban bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi.
“Kedatangan Parlemen Israel, secara politis, bukan tanggung jawab Indonesia. Tapi karena Israel adalah negara yang menjadi sorotan dunia, maka akan menambah beban Indonesia, terutama beban secara psiko-politis,” kata Hasyim kepada wartawan usai menerima Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Catehrine Boivineau, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (23/4)
<>Menurut Hasyim, sebagai negara yang kerap ‘bermasalah’ dengan negara lain, terutama dengan negara-negara Islam, kedatangan Parlemen Israel ke Indonesia pasti akan banyak tentangan dari masyarakat. Setidaknya, katanya, pemerintah Indonesia harus memberikan jaminan atas keselamatan delegasi parlemen negara Zionis itu.
“Kemungkinan diributin itu besar sekali. Nah, kalau delegasi (parlemen) Israel itu diributin, maka yang kena jeleknya adalah Indonesia sendiri,” terang Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace itu.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap delegasi Parlemen Israel itu, Hasyim berharap, pemerintah Indonesia bisa tegas. “(Mahmoud) Ahmadinejad (Presiden Iran) batal hadir di sidang DK PBB karena Amerika Serikat tidak mengeluarkan visa-nya. Nah, Indonesia berani nggak seperti itu?” katanya.
Namun demikian, Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu menyangsikan pemerintah Indonesia bisa bersikap tegas untuk tidak menerbitkan visa bagi delegasi Parelmen Israel itu. “Ada tekanan atau tidak ada tekanan, pemerintah Indonesia sudah pasti tidak berani,” pungkasnya.
Untuk sidang IPU ke-116 yang bakal diikuti 148 negara itu, Hasyim berharap, semoga mampu menghasilkan sesuatu yang berharga terhadap upaya mewujudkan perdamaian dunia, utamanya bagi upaya pembelaan terhadap keadilan di dunia.
“Semoga saja forum parlemen itu mampu membela keadilan dunia. Bukan membenarkan yang kuat, tapi memperkuat yang benar,” harap Doktor Kehormatan bidang Peradaban Islam itu. (rif)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua