Jakarta, NU Online
Peledakan Bom di Pasar daging Palu Sabtu lalu memancing reaksi keras dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ormas terbesar di Indonesia tersebut mengutuk keras para pelakunya sebagai tindakan yang biadab dan tidak berprikemanusian. Apalagi aksi teror tersebut terjadi pada saat bangsa Indonesia sedang menyongsong tahun baru 2006 dengan semangat kebersamaan yang tinggi.
“PBNU mengutuk keras peledakan bom di di Palu sebagai tindakan bodoh dan biadab serta menodai tekat kolektif menyongsong tahun 2006 sebagai tahun kebangkitan bangsa dari keterpurukan dalam damai dan keberagaman,” kata Ketua PBNU, KH. Masdar Farid Mas’udi kepada wartawan di Jakarta, Ahad (1/1) kemarin.
<>PBNU juga mendesak kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, serta menghukum para pelaku dengan hukuman yang setimpal, sesuai dengan tindakan biadab yang dilakukan. ”PBNU juga mendesak aparat kepolisian untuk segara menangakap setiap orang yang terlibat, baik sebagai pelaku maupun dalangnya dan menyeratnya ke pengadilan dengan memberikan hkuman sangat keras untuk memberikan efek jera yang tuntas,” tegasnya.
Menurut alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, para pelaku pengeboman telah mencoreng nama baik agama yang mengajarkan kedamaian di dunia. Meledakan bom, kata Masdar, sapaan akrab KH. Masdar farid Masudi, sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, jika pelakunya menganut ajaran Islam, dia harus mendapat hukuman yang berlipat.
“Jika pelakunya melakukan teror bom dengan membawa-bawa nama Islam, maka ia pantas dihukum lebih keras lagi karena kejahantannya telah mencorang kesucian Islam dan sekaligus nama baik umatnya,” tegas pia yang juga direktur Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) ini.
Karena kasus teror di tanah air kerap dikaitkan dengan agama, Masdar menghimbau kepada semua lapisan masyarakat agar tidak terpancing dengan aksi teror itu dengan melakukan tindakan kekerasan serupa. ”Kepada tokoh masyarakat, baik dari kalangan agama maupun etnis dan adat untuk mengendalikan semua komunitas agar tidak terpancing melakukan tindakan kekerasan yang hanya akan memperparah bangunan sosial yang sudah terkoyak,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, PBNU mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka. “kami mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban, semoga arwah mereka diterima di sisi-Nya. Bagi yang luka-luka semoga segera disembuhkan-Nya dan bagi para keluarga korban semoga diberi ketabahan,” ungkapnya. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua