PBNU: Lestarikan Kesenian Islami
NU Online · Sabtu, 20 Februari 2010 | 10:17 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Festival Hadrah Nusantara sebagai rangkaian kegiatan Pra Muktamar ke-32 NU, di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran Lamongan, Sabtu (20/2). Kegiatan ini diresmikan oleh Ketua PBNU Ahmad Bagdja.
Dalam sambutannya, Bagdja mengatakan, PBNU berkepentingan melestarikan seni hadrah sebagai bagian penting dari sejarah dan perkembangan NU dan pondok pesantren. “Hadrah adalah media dakwah yang kini telah berkembang pesat, tak hanya di pesantren tapi telah masuk juga perkotaan,” katanya.<>
Karena itu, mantan Ketua Umum PB PMII ini berharap, seni hadrah akan terus mengalami perkembangan pesat sebagai media dakwah NU. “Seni hadrah ini sangat bermakna bagi NU. Tentu, PBNU berharap, seni islami akan akan terus berkembang,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, Bagdja juga mengatakan, bahwa dalam seni hadrah, selain bisa menjadi media dakwah Islam, juga bisa membawa dampak positif, yaitu kesehatan bagi para pemainnya.
“Untuk memainkan hadrah, tak perlu pakai alat. Hadrah ini dimainkan pakai tangan telanjang. Bermain musik seperti hadrah ini juga bisa membawa ketenangan hati. Jadi bisa bikin badan sehat,” katanya salah satu kandidat Ketua Umum PBNU ini.
Festival Hadrah yang memperebutkan piala bergilir Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini tersebut diikuti 39 peserta terbaik dari berbagai daerah. Dari ferstival ini akan diambil 3 juara terbaik dan 2 juara harapan. Juara 1 berhak menggondol piala bergilir Ketua Umum PBNU, serta uang pembinaan.
Selain dalam rangka kegiatan pra Muktamar, festival ini juga digelar dalam rangka memperingati Haul KH Musthofa, pendidiri pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah dan maulid nabi Muhammad SAW. (mad)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua