PBNU Minta Konflik PKB Tak Libatkan Akar Rumput Nahdliyyin
NU Online · Senin, 12 Desember 2005 | 12:29 WIB
Nganjuk, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, meminta agar konflik yang terjadi di tubuh PKB tidak melibatkan massa akar rumput yang merupakan warga nahdliyyin.
"Konflik di PKB saat ini merisaukan dan harus segera dibatasi, jangan sampai melibatkan massa di tingkat akar rumput," ujarnya saat ditemui sebelum memberikan sambutan dalam acara Harlah NU ke-82 di Gedung Wanita Nganjuk, Jawa Timur, Senin.
<>Lebih lanjut Hasyim mengharapkan, agar konflik itu bisa diselesaikan di tingkat elit saja, seperti di tingkat DPP dan kader partai yang duduk di kursi DPR-RI.
Hasyim sendiri menegaskan bahwa sampai saat ini PBNU tidak akan melakukan campur tangan dan tidak tertarik untuk ikut-ikutan menyelesaikan konflik tersebut. "Sikap ini sudah sesuai dengan hasil Mukatamar NU di Solo tahun lalu, bahwa secara organisasi antara NU dan PKB terpisah.
Dengan demikian, konflik yang terjadi di PKB saat ini, juga terpisah dengan NU," ucapnya, menegaskan. Dengan demikian, menurut Hasyim, konflik yang terjadi di tubuh partai yang didirikan kalangan ulama NU itu tidak ada sangkut-pautnya dengan PBNU.
Dalam pandangan NU sendiri, konflik yang terjadi di PKB merupakan konflik kepentingan, bukan konflik perjuangan dan bukan pula konflik keumatan. "Oleh karena itu, umat harus dipisahkan dari konflik tersebut, dan jangan sampai justru terlibat karena bisa beresiko," imbuhnya. Terkait islah bagi kedua belah pihak bersengketa, PBNU juga tidak akan ikut campur meskipun hanya sekedar saran.(ant/mkf)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua