Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memulai konsolidasi untuk meningkatkan gerakan sosial ekonomi warga nahdliyyin di tujuh wilayah. Konsolidasi yang melibatkan semua pengurus NU di tingkat kabuoaten ini diselenggarakan di 25 (dua puluh lima) titik yang tersebar di tujuh kabupaten di Jawa Timur dan Banten.
“Kebangkitan ekonomi masyarakat pesantren yang telah terjadi di beberapa kantong NU perlu diapresiasi PBNU dengan cara menyapa langsung mereka agar mereka semakin bersemangat dalam bekerja dan beribadah. Saya atas nama PBNU titip salam untuk semua yang hadir,”tandas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj ketika menerima tim konsolidasi PBNU di kediamnnya di Ciganjur, Jakarta Selatan PBNU pada Jumat (10/<>12).
Menurut Kang Said bahwa kebutuhan masyarakat memang cukup kompleks, namun bukan berarti mereka menuntut pemerintah untuk menyelesaikan semua kompleksitas persoalannya. “Bahwa masyarakat hanya butuh perlakuan adil dan kesamaan hak dalam memperoleh manfaat atau mengakses ekonomi,”ujarnya.
Ketika ditanya soal tingkat kesejahteraan warga NU, Kang Said mengakui jika sebagian besar warga NU memang masih menjadi pelaku ekonomi kelas bawah. Sedangkan bentuk-bentuk program pemerintah masih sulit menjangkau masyarakat bawah tersebut.
“Saya sudah sampaikan persoalan keadilan ekonomi untuk rakyat kecil kepada Presiden SBY sebulan yang lalu. Biarlah Pemerintah mencari formula yang paling baik. Tapi, bagi kita yang terpenting saat ini terus bekerja keras dan berbuat untuk masyarakat luas,” tambah Doktor Tasawuf Filsafat dari Universita Ummul Qura Saudi Arabia.
Sementara itu menurut data yang diterima, Konsolidasi Sosial Ekonomi PBNU melibatkan beberapa lembaga/lajnah di lingkungan PBNU, meliputi Lembaga Pengembangan Pertanian/LPPNU (Kab. Bondowoso), Lembaga Perekonomian/LPNU (Kab. Pandeglang), Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum/LPBHNU (Kab. Bangkalan dan Sampang), Lembaga Bahtsul Masail/LBMNU (Kab. Lebak), Lajnah Ta'lif wan Nasyr/LTNNU (Kab. Situbondo), dan Lembaga Ta'mir Mesjid/LTMNU (Kab. Pamekasan). (amf)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai Lokasi Pembukaan Munas-Konbes NU 2026
2
TNI-Polri Hadang Massa Aksi BEM UI yang Hendak Menuju Bundaran HI
3
Selain TNI-Polri, Komcad Juga Disiagakan saat Aksi Indonesia Bangkrut
4
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Pengerahan TNI dan Komcad dalam Aksi Indonesia Bangkrut
5
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Hari Ini, Berikut Tuntutannya
6
Peaceful Muharam 1448 H, Kemenag Gelar Standardisasi Kosakata Isyarat hingga Akurasi Titik Kiblat
Terkini
Lihat Semua